Bimbingan Belajar Calon Santri Gontor IKPM Solo Raya 2015  

Posted by IKPM SOLO RAYA

Ayo.... daftarkan segera putra-putri anda yang ingin masuk Pondok Modern Gontor, di Panitia BIMBEL IKPM Solo Raya....

POTENSI UMAT SEBAGAI MODAL KEJAYAAN HIDUP ISLAMI  

Posted by IKPM SOLO RAYA

Solo Raya - Kompetisi dalam kehidupan pada berbagai aspeknya semakin membuat sempit mental dan keberanian umat yang mengalami dekadensi moral. Semua aktivitas manusia telah dilingkupi atmosfer pragmatis-matrealis yang sangat sulit dihilangkan. Nilai-nilai spiritual yang mulia mulai terkikis dan tersudut  oleh eksistensi  rasio yang diagungkan, sehingga keyakinan hidup dan perilaku luhur berakhlakul karimah tidak lagi diutamakan untuk mendapatkan status dan derajat mulia dihadapan para makhluk dan pencipta alam semesta, Allah Swt.
Dalam kondisi yang demikian seharusnyalah umat Islam di Indonesia khususnya dan Dunia pada umumnya berintstrospeksi/berkaca, meneliti kembali; adakah noda-noda pemikiran yang mengotori keyakinan kita yang masih melekat pada tubuh umat ini, sehingga begitu banyak masalah yang dihadapi oleh komunitas umat disekeliling kita tidak segera teratasi?
Taukah Anda, negara yang memiliki populasi muslim paling banyak di dunia??  Dalam skala 10 negara dengan populasi muslim terbanyak di dunia, ternyata Indonesia menempati urutan pertama yang terbanyak, berikut uraian masing-masing:

1. Indonesia : 182,570,000 orang




Indonesia merupakan negara Muslim terbesar di seluruh dunia. Meskipun 88% penduduknya beragama Islam, Indonesia bukanlah negara Islam. Muslim di Indonesia juga dikenal dengan sifatnya yang moderat dan toleran. Pada tahun 30 Hijri atau 651 Masehi, hanya berselang sekitar 20 tahun dari wafatnya Rasulullah SAW, Khalifah Utsman ibn Affan RA mengirim delegasi ke Cina untuk memperkenalkan Daulah Islam yang belum lama berdiri.
Dalam perjalanan yang memakan waktu empat tahun ini, para utusan Utsman ternyata sempat singgah di Kepulauan Nusantara. Beberapa tahun kemudian, tepatnya tahun 674 M, Dinasti Umayyah telah mendirikan pangkalan dagang di pantai barat Sumatera. Inilah perkenalan pertama penduduk Indonesia dengan Islam. Sejak itu para pelaut dan pedagang Muslim terus berdatangan, abad demi abad. Mereka membeli hasil bumi dari negeri nan hijau ini sambil berdakwah.

2. Pakistan : 134,480,000 orang




Pakistan adalah sebuah negara yang terletak di Asia Selatan. Dengan lebih dari 150 juta penduduk, Nama Pakistan diambil dari awalan daerah Punjab, Afghan, Kashmir, Sind dan Baluchistan. Sedangkan dalam bahasa Persi Pak berarti suci dan Stan bermakna negara sehingga para pendiri Pakistan mengharapkan adanya negara suci menurut ajaran Islam.

3. India : 121,000,000 orang




Islam adalah agama yang kedua terbesar kedua setelah agama Hindu (80.5%). Ada sekitar 174 juta Muslim, 16.4% dari jumlah penduduk. Sejak pengenalannya ke India, Islam telah membuat penyumbangan keagamaan, kesenian, falsafah, kebudayaan, kemasyarakatan dan politik kepada sejarah, warisan dan kehidupan India.

4. Bangladesh : 114,080,000 orang




Islam adalah agama terbesar Bangladesh, yang muslim penduduk lebih dari 130 juta dan merupakan hampir 88% dari total jumlah penduduk, berdasarkan sensus 2001. Islam datang ke wilayah Bengal sejak abad ke-13, terutama oleh kedatangan para pedagang Arab, Persia Saints dan penaklukan daerahl Salah satu yang terkenal adalah suci Islam, Shah Jalal.

5. Turki : 65,510,000 orang




Daerah yang terdiri dari Turki moden mempunyai tradisi Islam yang lama dan kaya melatar belakang ke zaman permulaan Seljuk dan Empayar Uthmaniyyah. Orang Turki secara kebudayaan dan sejarah adalah umat Islam.

6. Iran : 62,430,000 orang




Sejarah awal Iran meliputi negara Iran dan juga negara-negara tetangganya yang mempunyai persamaan dalam kebudayaan dan bahasa. Ketika itu, negara-negara ini diperintah oleh kekaisaran-kekaisaran seperti Media dan Akhemenid. Sassania adalah kekaisaran Persia terakhir sebelum kedatangan Islam. Kemudian Persia bergabung menjadi sebagian khilafah Islam awal.

7. Mesir : 58,630,000 orang



Islam menyentuh wilayah Mesir pada 628 Masehi. Ketika itu Rasulullah mengirim surat pada Gubernur Mukaukis -yang berada di bawah kekuasaan Romawi-mengajak masuk Islam. Rasul bahkan menikahi gadis Mesir, Maria. Pada 639 Masehi, ketika Islam di bawah kepemimpinan Umar bin Khattab, 3000 pasukan Amru bin Ash memasuki Mesir dan kemudian diperkuat pasukan Zubair bin Awwam berkekuatan 4000 orang. Mukaukis didukung gereja Kopti menandatangani perjanjian damai. Sejak itu, Mesir menjadi wilayah kekuasaan pihak Islam.
Di masa kekuasaan Keluarga Umayah, dan kemudian Abbasiyah, Mesir menjadi salah satu provinsi seperti semula. Khalifah Muiz membangun Masjid Besar Al-Azhar (dari “Al-Zahra”, nama panggilan Fatimah) yang dirampungkan pada 17 Ramadhan 359 Hijriah, 970 Masehi. Inilah yang kemudian bekembang menjadi Universitas Al-Azhar sekarang, yang juga merupakan universitas tertua di dunia saat ini.

8. Nigeria : 53,000,000 orang



Islam dianut oleh 50% dari total penduduk Nigeria, Penyebaran Islam di Nigeria dibagi dalam tiga periode, yaitu periode Trans Sahara dan Afrika Utara, periode Atlantik dan periode kemerdekaan. di samping melakukan perdagangan, para pedagang Muslim juga memperkenalkan misi utama ajaran Islam, yaitu mengembangkan perdamaian, keadilan dan kesejahteraan.

9. Algeria (Al-Jazair) : 30,530,000 orang

Islam pertama kali dibawa ke Aljazair oleh Bani Umayyah setelah invasi dinasti dari Uqba bin Nafi, dalam berlarut-larut proses penaklukan dan konversi yang membentang 670-711. Namun, seperti di Timur Tengah itu sendiri, mereka berusaha untuk menggabungkan baru mereka Islam dengan perlawanan terhadap aturan luar negeri kekhalifahan – sebuah ceruk yang Khawarij dan Syiah “ajaran sesat” diisi dengan sempurna.

10. Maroko : 28,780,000 orang




Maroko modern pada abad ke-7 M merupakan sebuah wilayah Barbar yang dipengaruhi Arab. Bangsa Arab yang datang ke Maroko membawa adat, kebudayaan dan ajaran Islam. Sejak itu, bangsa Barbar pun banyak yang memeluk ajaran Islam.

DENGAN DEMIKAN

Kuantitas umat ini cukup dijadikan bekal dalam memperbaiki kualitas. sikap saling klaim, saling tuduh, saling menusuk dalam lipatan, perpecahan antar parpol dan ormas adalah kendala-kendala yang nyata-nyata harus dihindari demi terwujudnya umat Islam yang satu dalam jama'ah berbangsa dan bernegara dengan dasar aqidah yang benar. Ego dan ambisi kepartaian dan kepentingan sesaat demi meraih pangkat dan kedudukan serta kekuasaan di dunia hendaknya sebisa mungkin ditekan dan dikendalikan oleh masing-masing pihak. Karena sesungguhnya muslim dan mukmin sejati mengetahui, bahwa dunia bukanlah tujuan hakiki, masih ada tujuan yang lebih nyata yaitu Akhirat.

Memulai memang tidaklah mudah, namun harus ada yang memulai menyadarkan dan mengarahkan umat dalam gerak-gerak semu dinamika kehidupan ini dengan menunjukkan minimal 4 objek yang harus segera dibenahi: 1. Sistem pendidikan umat Islam, 2. Peningkatan kegiatan ekonomi produktif yang berorintasi pada kesejahteraan umat, 3. Penguatan eksistensi umat dengan program dan kegiatan yang melibatkan seluruh lapisan umat, 4. Penguatan akidah umat dengan terobosan-terobosan baru dalam berdakwah, sehingga umat tidak terjebak dalam paham-paham yang menyesatkan yang merupakan propaganda gerakan sekulerisme, lliberalisme dan pluralisme, atau kesesatan berpikir yang diakibatkan oleh kepicikan penalaran dan kebodohan individual.

Hal ini akan mampu diwujudkan apabila semua pihak menyadari bahwa bahtera yang bernama Indonesia ini saat ini dalam kondisi darurat dan mengalami kebocoran disana-sini setelah banyak peristiwa dan kejadian menghantamnya.

Sekarang saatnya berspekulasi, adakan perubahan/ishlah atau kita akan menjadi bahan lelucon yang selalu ditertawakan dunia sebagai bangsa besar -182.570.000 muslim- yang tolol dan penakut? Padahal kita berIslam dan berIman? Kurangkah 'Teguran' Allah Swt yang ditujukan kepada kita sampai detik ini?.

Untuk itu mari kita sama-sama bergandengan tangan, merapatkan barisan, berbuat kebaikan sesuai dengan kemampuan kita, dengan situasi dan kondisi masing-masing menuju kearah perbaikan-perbaikan, sehingga akhirnya kita kelak akan bertemu di tempat kembali yang baik, yaitu Surga di akhirat. Yang tentunya dapat kita raih hanya dengan ridha dariNya. Amin...(Thony)

MOHON DO’A RESTU DAN UNDANGAN  

Posted by IKPM SOLO RAYA

بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Semulia-mulianya laki-laki adalah yang memuliakan wanita dan
Seindah-indahnya perhiasan dunia adalah wanita Shalihah,
Ya Allah izinkanlah kami untuk mengikuti sunah Rasul-Mu.





MOHON DOA RESTU ATAS PERNIKAHAN KAMI

THONY KUSWOYO, S.Th.I
Bin Suparman(alm) – Sri Sukamtini(almh)
Cabeyan, Rt/Rw. 10/03, Sembungan, Nogosari, Boyolali, Jawa Tengah
Dengan
SRI LESTARI, S.Pd
Binti Samin – Dimyati
Buduran, Rt.03, Kalikobok, Tanon, Sragen, Jawa Tengah


AKAD NIKAH
Insya Allah akan dilaksanakan pada:
Ahad Wage, 10 Juli 2011
(08 Sya’ban 1432)
07.30 WIB
Dsn. Buduran, Rt.03, Kalikobok, Tanon, Sragen, Jawa Tengah


WALIMATUL ‘URSY I
Insya Allah akan dilaksanakan pada:
Ahad, 10 Juli 2011
08.30 – 11.30 WIB
Dsn. Buduran, Rt.03, Kalikobok, Tanon, Sragen, Jawa Tengah,
Indonesia


WALIMATUL 'URSY II
Insya Allah akan dilaksanakan pada:
Senin(malam), 11 Juli 2011
(09 Sya’ban 1432)
20.00 – 23.00 WIB
Cabeyan, Rt/Rw.10/03, Sembungan, Nogosari, Boyolali, Jawa Tengah
Indonesia

Merupakan suatu kehormatan, kesyukuran dan kebahagiaan bagi kami apabila Bapak/Ibu/Saudara/i berkenan hadir dan memberikan do’a restu kepada kami mempelai berdua.
Atas kehadiran serta do’a restunya kami ucapkan banyak terimakasih.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته


Kami yang berbahagia
Keluarga

Bapak Samin                  Bapak Suparman(alm)
 Ibu Dimyati                     Ibu Sri Sukamtini(almh)


Ttd

Thony Kuswoyo, S.Th.I
Sri Lestari, S.Pd

____________________________________________________________
Kontak Person:
Imam Muqoyyadi / 081393421240
Nur Hidayat Al-Amin, Lc. / 082110592663

Pesan sponsor:
"Bapak/Ibu, Ust/h, Ikhwan/t yang berkenan menghadiri acara walimah I atau II mohon menghubungi kontak person kami sesegera mungkin...syukran."

HIDUP SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN  

Posted by IKPM SOLO RAYA in

Semenjak benih-benih bakal manusia melalui beberapa proses untuk 'Menjadi' menampakkan kehidupannya, maka sesungguhnya  seiring dengan itu semua denyut sejarah baru kemanusiaan juga tercipta. disana terdapat keterkaitan erat antara proses biologis dan spiritualitas yang tidak mungkin dipisahkan.

Dalam konteks Islam alur-kronologi pembentukan makhluk baru diiringi oleh beberapa fase yang berurutan secara sistematis, mulai dari janin kemudian terbentuknya jasad yang siap ditiupkan ruh kedalamnya hingga terbentuk tubuh yang sempurna dan siap dilahirkan ke dunia semuanya berjalan sesuai dengan Sunatullah dan atas kehendakNya. 

Kemudian ia lahir, besar dan tumbuh menjadi dewasa untuk berinteraksi dengan makhluk lain dengan membawa multi status yang harus diseimbangkan antara satu dan yang lainnya. Ia sebagai makhuk individu juga sebagai makhluk sosial, ia sebagai khalifah di muka bumi juga sebagai hamba dihadapan Allah Swt, ia sebagai makhluk yang kuat juga makhluk yang lemah, ia sebagai makhluk yang berakal juga sebagai makhluk yang jahil pada sisinya yang lain, dan lain sebagainya. Maka sepantasnya manusia memiliki panduan hidup untuk menyeimbangkan kesemuanya itu agar manusia tidak hanya tumbuh berkembang dari satu sisi saja sementara sisi yang lain terabaikan. Berkembang dari segi intelektualitas saja sementara segi spiritualitasnya tertinggal jauh.

Al-Qur'an sebagai petunjuk operasional dalam memberdayakan manusia dan seluruh makhluk hidup sesuai dengan Sunatullah dan misi-misi penciptaan alam tentunya memuat banyak hal tentang asal mula kehidupan, visi dan misi hidup yang sebenarnya. Dan makhluk yang paling memahami isi Hidayatullah itulah tentunya yang paling selamat hidupnya, walaupun ia akan mengalami perjalanan panjang lintas waktu, zaman dan lintas alam.

Dalam hal ini kita bisa membuktikan kebenaran daripada argument ini, bahwa tidaklah mungkin sebuah perusahaan mengeluarkan produk tanpa disertai dengan buku pedoman yang digunakan untuk mengoperasikan produk tersebut secara maksimal. Dan adalah suatu hal yang mustahil apabila produk itu bisa menjabarkan asal mula pembentukan dirinya serta menciptakan pedoman operasional untuk mengoperasikan dirinya secara sempurna. Komputer, mobil, handphone, dan elektronik lainnya bahkan robot pun tidak akan mampu membuat buku panduan untuk mengoprasikan dirinya secara sempurna dengan hasil yang maksimal. 

Begitu juga halnya makhluk hidup, misalnya ayam, sapi, kerbau, kambing, babi dan termasuk juga manusia. Karena meskipun manusia diberi kelebihan hati dan akal sebagai fasilitas untuk melakukan perubahan sejarah kehidupan ke arah yang lebih baik, akan tetapi hati dan akal manusia itu pada dasarnya amatlah terbatas.

Disinilah titik kelemahan manusia, disinilah bukti bahwa manusia harus belajar lagi dan disinilah manusia harus mulai belajar tentang eksistensi diri, misi penciptaan diri dan bagaimana seharusnya berada di dunia ini. Ia sama sekali bukan Tuhan, ia hanyalah makhluk yang dengan segala kekuasaannya justeru ia mengabdi, tunduk kepada kebesaran Allah Swt yang telah menciptakan dirinya.

Dengan demikian ia harus banyak mendapatkan didikan dan belajar kepada alam sesuai dengan konsep Islam yang dikenal dengan pendidikan sepanjang hayat. “Artinya belajar tidak mengenal kata berhenti meski usia sudah lanjut dan manusia juga dituntut untuk menyesuaikan dirinya secara terus menerus dengan situasi baru.” Ia harus tegar menghadapi banyak tantangan untuk mengasah karakter dan kepribadiannya dengan selalu mengedepankan moral dan etika selaku makhluk yang beradab.

Ia harus memiliki agama yang menjadi dasar kehidupan spiritual dan ilmu sebagai alat untuk menyempurnakan amalan, karena Agama dan ilmu harus dijalankan dengan selaras. Sebab dalam pandangan Islam; agama tanpa ilmu akan pincang/lumpuh dan ilmu tanpa agama akan buta.

Jika spiritualitas telah didasarkan kepada pemahaman terhadap agama Islam dengan baik dan benar, dan intelektualitas telah diasah sedemikan rupa, niscaya misi penciptaan manusia telah sesuai dengan kehendak Allah Swt. dan manusia akan selamat di dunia dan bahagia di akhirat. Dan dunia pun akan terjaga dari kerusakan dan kehancuran, baik pada segi intelektualitas, spiritualitas, moral dan peradaban. Inilah konsep Islam sebagai Rahmat bagi Alam Semesta(Rahmatan lil A'alami), bukan sebagai fenomena yang mengerikan seperti orang-orang jahil menggambarkan. Kita harus menjadi generasi yang cerdas untuk memahami hal ini, Allahu Akbar... (Thony)

KECERDASAN  

Posted by IKPM SOLO RAYA in

Pada tahun ini saya berkesempatan mengunjungi kembali beberapa negara Eropah. Banyak fakta yang menarik untuk dibagi bersama. Diantara yang menarik adalah ketika saya berkunjung ke Inggeris, Maret 2010. Di Nottingham saya dapat cerita bahwa sebuah penelitian di Universitas Nottingham menemukan korelasi bahwa semakin bodoh seseorang itu ia semakin religius dan sebaliknya semakin sekuler dan bahkan atheist ia semakin cerdas. Saya tidak baca hasil riset itu. Tapi setahu saya, menurut hasil riset W.Cantwell Smith definisi religion di Barat itu masalah, dan otomatis arti “religiusitas” pun begitu. Makna cerdas pun juga masalah. Sebab kini berkembang istilah kecerdasan spiritual. Jadi desain penelitian tersebut nampaknya perlu dipersoalkan.

Benarkah masyarakat Barat sekuler sekarang ini cerdas. Perlu dikaji lebih lanjut. Jika maksudnya adalah kecerdasan intelektual itupun masih perlu ujian lebih mendalam. Sebab kecerdasan itu bukan karena pandangan hidup sekulernya, mungkin faktor lain. Jika maksudnya adalah kecerdasan spiritual, jelas sekali tidak benar.

Buktinya di Manchester, sinagog yang telah menjadi Museum, dan gereja yang telah menjadi Masjid. Di Birmingham, masjid Mu’az adalah bekas gereja dan seminari. Beberapa gereja di daerah Aston, Birmingham sudah menjadi sarang burung dara. Jumlah jemaat gereja kalah banyak dibanding “jama’ah” yang antri masuk bar. Gereja sudah tidak lagi dikunjungi banyak orang. Di sana tidak ke gereja berarti tidak religius lagi. Mungkin karena sudah putus asa, di Manchester terdapat nama gereja “A Church for those who don’t like to go to church”. Itulah arti pernyataan “spirituality has gone to the east”. Persis seperti kata Prof.David Thomas, dosen teologi di universitas Birmingham Barat itu maju tanpa agama. Artinya semakin sekuler, semakin rendah spiritualitasnya. Mungkin itu sebabnya mengapa di Barat training kecerdasan spiritual menjamur. Jadi riset diatas tidak reliable. Apalagi menurut Islam spiritualitas dan intelektualitas itu hampir tidak beda.

Benarkah jalan sekuler adalah pilihan cerdas dan solusi segala masalah. Ternyata tidak. Menyingkirkan agama dari publik malah bermasalah. Di Perancis, Jerman, Swiss dan beberapa negara Eropah yang anti agama, pemerintahnya mulai mengurusi agama. Di Inggeris pemerintah terpaksa membolehkan Muslim buka mahkamah syariah. Kini di Amerika malah muncul idea de-privatization of religion, artinya agama tidak lagi bersifat privat. Harvey Cox, yang pernah menjual idea sekularisasi agama-agama, akhirnya mengoreksi idenya itu. Ia lalu menulis makalah berjudul Reconsidering Secularism. Barat kini seperti dalam kebingungan.

Menjadi sekuler ternyata juga tidak membuat orang bijak bestari. Bulan lalu saya menyampaikan public lecture di Universitas Wienna, Austria. Temanya tentang moderasi dan toleransi. Seorang peserta bertanya, mengapa di Indonesia orang bisa lebih toleran tapi disini dan negara Eropah tidak. Jawab saya, Barat itu terlalu sekuler dan bahkan terlalu kaku, sehingga tidak toleran pada agama. Di Indonesia agama bisa muncul di ruang publik. Ceramah agama-agama bisa muncul di TV. Tabligh akbar, Natalan atau peringatan hari keagamaan bisa diadakan diruang publik. Sesuatu yang mustahil terjadi di Barat. Ini bukti lain bahwa menjadi sekuler itu tidak membuat orang arif dan toleran. Sekuler malah bisa berarti ekslusif.

Tapi anehnya, yang kini dituduh ekslusif adalah sikap keberagamaan. Itupun berdasarkan analisa abad ke 16 dan 17, disaat mana sekte-sekte agama di Eropah waktu itu sering konflik. Sekte-sekte, atau agama-agama itu punya tuhannya sendiri-sendiri (teori geosentris) dan saling menyalahkan. Konflik bermuara pada pembunuhan. Andrew Sullivan di The New York Times Magazine menggambarkan bahwa gara-gara perang salib, inquisisi dan perang agama Eropah abad 16 dan 17 berlumuran darah. Bahkan lebih banyak dibanding di dunia Islam.

Tapi anehnya situasi itu dianggap terus terjadi hingga sekarang. Yang jadi sample adalah peristiwa 11/9 yang sejatinya penuh misteri itu. Padahal konflik agama selama ini, jikapun ada, tidak sebesar konflik politik. Tidak sebesar perang teluk dan invasi AS ke Irak dan Afghanistan. Jumlah yang mati sia-sia pun lebih banyak konflik politik. Tidak puas dengan sample peristiwa Jack Nelson-Pallmeyer, merujuk kepada kitab suci. Ia lalu menulis buku “Is Religion Killing Us? Evidence in the Bible and the Qur’an”. Intinya, kedua kitab ini memerintahkan pembunuhan.

Tapi konflik antar agama bukan satu-satunya alasan. Konflik yang sebenarnya justru antara agama dan sekularisme. Peter Berger terus terang, sekularisme gagal dan diganti dengan pluralisme. Sikap ekslusif itu diganti menjadi sikap inklusif dan pluralis. Secara teologis agama yang banyak itu, oleh John Hick, diteorikan menjadi bertuhan sama. Teologi agama-agama itu diperkirakan nantinya akan bersatu. Itulah teori global theology John Hick. Anehnya teori yang bermasalah ini ada pengikutnya, termasuk di Indonesia.

Di Leed, saya melewati sebuah gereja. Di depan gereja itu tertulis, “all race, all nation, all religion but one god”. Saya lalu segera menyimpulkan ini pasti penganut paham global theology. Dalam perjalanan saya dari Leed ke London saya kebetulan duduk berdampingan dengan seorang pendeta berkulit hitam. Saya lalu bertanya tentang tulisan gereja di Leed itu. Ternyata bagi dia itu benar. Ketika saya berkunjung ke Centre of Islam-Christian Relation, di Selly Oak College, Birmingham, disitu terpasang gambar Jesus tapi kepalanya seperti gambar dewa Wishnu dalam agama Hindu. Itu simbul pluralisme dan kesamaan Tuhan agama-agama.

Di Universitas Salzburg, setelah kuliah umum saya sempat diskusi dengan dosen systematic theology Professor Hans Joachim Sander. Saya terkejut ketika dia mengatakan bahwa teori pluralisme John Hick itu tidak populer. Dan dalam Kristen idenya itu dianggap sudah usang. Pluralisme teologi itu, katanya adalah proyek Amerika. Bahkan dia terus terang “liberalisme itu omong kosong”. Ia juga sepakat ketika saya katakan bahwa semua agama sekarang ini sedang dipinggirkan dan bahkan ditindas. Alatnya adalah pluralisme, liberalisme, feminisme dan demokratisasi beragama. Lucunya, menindas agama tapi masih mencari jalan spiritualitas. Artinya menjadi sekuler atau liberal bukan pilihan cerdas tapi membingungkan diri sendiri dan orang lain. Begitulah nestapa masyarakat yang telah kehilangan misykat. Wallahu a’lam.

Dr. Hamid Fahmi Zarkasyi