1. Indonesia : 182,570,000 orang
2. Pakistan : 134,480,000 orang
3. India : 121,000,000 orang
4. Bangladesh : 114,080,000 orang
5. Turki : 65,510,000 orang
6. Iran : 62,430,000 orang
7. Mesir : 58,630,000 orang
8. Nigeria : 53,000,000 orang
9. Algeria (Al-Jazair) : 30,530,000 orang
10. Maroko : 28,780,000 orang
DENGAN DEMIKAN
Kuantitas umat ini cukup dijadikan bekal dalam memperbaiki kualitas. sikap saling klaim, saling tuduh, saling menusuk dalam lipatan, perpecahan antar parpol dan ormas adalah kendala-kendala yang nyata-nyata harus dihindari demi terwujudnya umat Islam yang satu dalam jama'ah berbangsa dan bernegara dengan dasar aqidah yang benar. Ego dan ambisi kepartaian dan kepentingan sesaat demi meraih pangkat dan kedudukan serta kekuasaan di dunia hendaknya sebisa mungkin ditekan dan dikendalikan oleh masing-masing pihak. Karena sesungguhnya muslim dan mukmin sejati mengetahui, bahwa dunia bukanlah tujuan hakiki, masih ada tujuan yang lebih nyata yaitu Akhirat.
Untuk itu mari kita sama-sama bergandengan tangan, merapatkan barisan, berbuat kebaikan sesuai dengan kemampuan kita, dengan situasi dan kondisi masing-masing menuju kearah perbaikan-perbaikan, sehingga akhirnya kita kelak akan bertemu di tempat kembali yang baik, yaitu Surga di akhirat. Yang tentunya dapat kita raih hanya dengan ridha dariNya. Amin...(Thony)
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Semulia-mulianya laki-laki adalah yang memuliakan wanita dan
Seindah-indahnya perhiasan dunia adalah wanita Shalihah,
Ya Allah izinkanlah kami untuk mengikuti sunah Rasul-Mu.
MOHON DOA RESTU ATAS PERNIKAHAN KAMI
THONY KUSWOYO, S.Th.I
Bin Suparman(alm) – Sri Sukamtini(almh)
Cabeyan, Rt/Rw. 10/03, Sembungan, Nogosari, Boyolali, Jawa Tengah
Dengan
SRI LESTARI, S.Pd
Binti Samin – Dimyati
Buduran, Rt.03, Kalikobok, Tanon, Sragen, Jawa Tengah
AKAD NIKAH
Insya Allah akan dilaksanakan pada:
Ahad Wage, 10 Juli 2011
(08 Sya’ban 1432)
07.30 WIB
Dsn. Buduran, Rt.03, Kalikobok, Tanon, Sragen, Jawa Tengah
WALIMATUL ‘URSY I
Insya Allah akan dilaksanakan pada:
Ahad, 10 Juli 2011
08.30 – 11.30 WIB
Dsn. Buduran, Rt.03, Kalikobok, Tanon, Sragen, Jawa Tengah,
Indonesia
WALIMATUL 'URSY II
Insya Allah akan dilaksanakan pada:
Senin(malam), 11 Juli 2011
(09 Sya’ban 1432)
20.00 – 23.00 WIB
Cabeyan, Rt/Rw.10/03, Sembungan, Nogosari, Boyolali, Jawa Tengah
Indonesia
Merupakan suatu kehormatan, kesyukuran dan kebahagiaan bagi kami apabila Bapak/Ibu/Saudara/i berkenan hadir dan memberikan do’a restu kepada kami mempelai berdua.
Atas kehadiran serta do’a restunya kami ucapkan banyak terimakasih.
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Kami yang berbahagia
Keluarga
Bapak Samin Bapak Suparman(alm)
Ibu Dimyati Ibu Sri Sukamtini(almh)
Ttd
Thony Kuswoyo, S.Th.I
Sri Lestari, S.Pd
____________________________________________________________
Kontak Person:
Imam Muqoyyadi / 081393421240
Nur Hidayat Al-Amin, Lc. / 082110592663
Dalam konteks Islam alur-kronologi pembentukan makhluk baru diiringi oleh beberapa fase yang berurutan secara sistematis, mulai dari janin kemudian terbentuknya jasad yang siap ditiupkan ruh kedalamnya hingga terbentuk tubuh yang sempurna dan siap dilahirkan ke dunia semuanya berjalan sesuai dengan Sunatullah dan atas kehendakNya.
Pada tahun ini saya berkesempatan mengunjungi kembali beberapa negara Eropah. Banyak fakta yang menarik untuk dibagi bersama. Diantara yang menarik adalah ketika saya berkunjung ke Inggeris, Maret 2010. Di Nottingham saya dapat cerita bahwa sebuah penelitian di Universitas Nottingham menemukan korelasi bahwa semakin bodoh seseorang itu ia semakin religius dan sebaliknya semakin sekuler dan bahkan atheist ia semakin cerdas. Saya tidak baca hasil riset itu. Tapi setahu saya, menurut hasil riset W.Cantwell Smith definisi religion di Barat itu masalah, dan otomatis arti “religiusitas” pun begitu. Makna cerdas pun juga masalah. Sebab kini berkembang istilah kecerdasan spiritual. Jadi desain penelitian tersebut nampaknya perlu dipersoalkan.
Benarkah masyarakat Barat sekuler sekarang ini cerdas. Perlu dikaji lebih lanjut. Jika maksudnya adalah kecerdasan intelektual itupun masih perlu ujian lebih mendalam. Sebab kecerdasan itu bukan karena pandangan hidup sekulernya, mungkin faktor lain. Jika maksudnya adalah kecerdasan spiritual, jelas sekali tidak benar.
Buktinya di Manchester, sinagog yang telah menjadi Museum, dan gereja yang telah menjadi Masjid. Di Birmingham, masjid Mu’az adalah bekas gereja dan seminari. Beberapa gereja di daerah Aston, Birmingham sudah menjadi sarang burung dara. Jumlah jemaat gereja kalah banyak dibanding “jama’ah” yang antri masuk bar. Gereja sudah tidak lagi dikunjungi banyak orang. Di sana tidak ke gereja berarti tidak religius lagi. Mungkin karena sudah putus asa, di Manchester terdapat nama gereja “A Church for those who don’t like to go to church”. Itulah arti pernyataan “spirituality has gone to the east”. Persis seperti kata Prof.David Thomas, dosen teologi di universitas Birmingham Barat itu maju tanpa agama. Artinya semakin sekuler, semakin rendah spiritualitasnya. Mungkin itu sebabnya mengapa di Barat training kecerdasan spiritual menjamur. Jadi riset diatas tidak reliable. Apalagi menurut Islam spiritualitas dan intelektualitas itu hampir tidak beda.
Benarkah jalan sekuler adalah pilihan cerdas dan solusi segala masalah. Ternyata tidak. Menyingkirkan agama dari publik malah bermasalah. Di Perancis, Jerman, Swiss dan beberapa negara Eropah yang anti agama, pemerintahnya mulai mengurusi agama. Di Inggeris pemerintah terpaksa membolehkan Muslim buka mahkamah syariah. Kini di Amerika malah muncul idea de-privatization of religion, artinya agama tidak lagi bersifat privat. Harvey Cox, yang pernah menjual idea sekularisasi agama-agama, akhirnya mengoreksi idenya itu. Ia lalu menulis makalah berjudul Reconsidering Secularism. Barat kini seperti dalam kebingungan.
Menjadi sekuler ternyata juga tidak membuat orang bijak bestari. Bulan lalu saya menyampaikan public lecture di Universitas Wienna, Austria. Temanya tentang moderasi dan toleransi. Seorang peserta bertanya, mengapa di Indonesia orang bisa lebih toleran tapi disini dan negara Eropah tidak. Jawab saya, Barat itu terlalu sekuler dan bahkan terlalu kaku, sehingga tidak toleran pada agama. Di Indonesia agama bisa muncul di ruang publik. Ceramah agama-agama bisa muncul di TV. Tabligh akbar, Natalan atau peringatan hari keagamaan bisa diadakan diruang publik. Sesuatu yang mustahil terjadi di Barat. Ini bukti lain bahwa menjadi sekuler itu tidak membuat orang arif dan toleran. Sekuler malah bisa berarti ekslusif.
Tapi anehnya, yang kini dituduh ekslusif adalah sikap keberagamaan. Itupun berdasarkan analisa abad ke 16 dan 17, disaat mana sekte-sekte agama di Eropah waktu itu sering konflik. Sekte-sekte, atau agama-agama itu punya tuhannya sendiri-sendiri (teori geosentris) dan saling menyalahkan. Konflik bermuara pada pembunuhan. Andrew Sullivan di The New York Times Magazine menggambarkan bahwa gara-gara perang salib, inquisisi dan perang agama Eropah abad 16 dan 17 berlumuran darah. Bahkan lebih banyak dibanding di dunia Islam.
Tapi anehnya situasi itu dianggap terus terjadi hingga sekarang. Yang jadi sample adalah peristiwa 11/9 yang sejatinya penuh misteri itu. Padahal konflik agama selama ini, jikapun ada, tidak sebesar konflik politik. Tidak sebesar perang teluk dan invasi AS ke Irak dan Afghanistan. Jumlah yang mati sia-sia pun lebih banyak konflik politik. Tidak puas dengan sample peristiwa Jack Nelson-Pallmeyer, merujuk kepada kitab suci. Ia lalu menulis buku “Is Religion Killing Us? Evidence in the Bible and the Qur’an”. Intinya, kedua kitab ini memerintahkan pembunuhan.
Tapi konflik antar agama bukan satu-satunya alasan. Konflik yang sebenarnya justru antara agama dan sekularisme. Peter Berger terus terang, sekularisme gagal dan diganti dengan pluralisme. Sikap ekslusif itu diganti menjadi sikap inklusif dan pluralis. Secara teologis agama yang banyak itu, oleh John Hick, diteorikan menjadi bertuhan sama. Teologi agama-agama itu diperkirakan nantinya akan bersatu. Itulah teori global theology John Hick. Anehnya teori yang bermasalah ini ada pengikutnya, termasuk di Indonesia.
Di Leed, saya melewati sebuah gereja. Di depan gereja itu tertulis, “all race, all nation, all religion but one god”. Saya lalu segera menyimpulkan ini pasti penganut paham global theology. Dalam perjalanan saya dari Leed ke London saya kebetulan duduk berdampingan dengan seorang pendeta berkulit hitam. Saya lalu bertanya tentang tulisan gereja di Leed itu. Ternyata bagi dia itu benar. Ketika saya berkunjung ke Centre of Islam-Christian Relation, di Selly Oak College, Birmingham, disitu terpasang gambar Jesus tapi kepalanya seperti gambar dewa Wishnu dalam agama Hindu. Itu simbul pluralisme dan kesamaan Tuhan agama-agama.
Dr. Hamid Fahmi Zarkasyi
Alih Multi Bahasa
Tentang Kita
- IKPM SOLO RAYA
- Komunitas alumni PM. Darussalam Gontor yang berdomisili di wilayah: Surakarta, Wonogiri, Sukoharjo, Sragen, Boyolali, dan Klaten
Kirim Info Anda Ke:
Data Kita
Ruang
Improvement Lughah
klasifikasi Tema Temporer
- April 2015 (4)
- Juli 2011 (2)
- April 2011 (1)
- Maret 2011 (1)
- November 2010 (1)
- Desember 2009 (1)
- Juli 2009 (1)
- Juni 2009 (1)
- Maret 2009 (3)
- Februari 2009 (2)
- Januari 2009 (4)
- Desember 2008 (9)
- November 2008 (1)
- Oktober 2008 (2)
- September 2008 (1)
- Agustus 2008 (2)
- Juli 2008 (2)
Al - Qur an
Kajian Religi
Gudang Informasi
- A. Gontorian
- Bisnisku Kayu Jati
- Depag.RI (Beasiswa)
- Depdiknas.RI (Beasiswa)
- Dinamika Generasi Islam
- Dinamika MUI
- Dinamika Muhammadiyah
- Dinamika Muslim
- Dinamika Nahdhatul Ulama
- Dunia Bisnis Muslim
- Dunia Ekonomi Syari'ah
- Dunia Informasi Teknologi
- Dunia Nasyid
- Dunia Politiks
- Harian Republika
- Inspirasi Dunia Dakwah
- Islam Memandang
- Kabar Dunia Hari Ini
- Kajian Muslimah
- Majalah Gatra
- Majalah Gontor
- Majalah Hidayatullah
- Majalah Islamia
- Majalah Sabili
- Maraji' Dunia Elektronik
- Maraji' Dunia Outomotif
- Meadowvale Islamic Center (America)
- Moslem America Conclusion
- Moslem European
- Muslim Alliance of North America
- Our Dien
- Pengembangan Pengetahuan
- Talkshow Mario Teguh SC
- Talkshow Wisata Hati
- Training ESQ way 165
- Warta Buku-buku Islam
- Warta Insiklopedia Islam
- Www. al-habib.info 4 muslim blogger
Tema Kita
- Amar ma'ruf dalam politik
- Belajar Hidup
- Berbagi oleh-oleh dari Guruku
- Buktikan kita mampu
- INFO ANYAR
- Inna lillahi wa inna ilaihi raaji'un
- Lillahi ma fissamawaati wa ma fil ardh
- Mencermati fenomena negatif
- Nasehat dan Pengarahan
- Rasan-rasan
- Saling menasehati dalam kebaikan dan kesabaran
- Saling mengingatkan
- Sambutan Tahun Baru Hijriyah
- Santri: Poros kekuatan Umat Islam
- Sebentuk kemunafikan dan kemusyrikan
- Sebuah Gagasan untuk Kita
- Sepi ing Pamrih Rame ing Gawe
- Sikap yang terbaik
- Uji potensi negara-negara Islam

