Posted by IKPM SOLO RAYA


Sambutan Ustadz Hasan Abdullah Sahal
Dalam Acara Pelantikan Pengurus IKPM Cabang Soloraya 
Balaikota, Ahad 15 Desember 2013
  1. Di Indonesia ini banyak sekali orang yang merasa besar dan dianggap besar, merasa kaya dan dianggap kaya, merasa besar dan dianggap besar, merasa tinggi dan dianggap tinggi. Dan juga banyak sekali doktor-doktor humoris kausa, jendral-jendral dengan segala title/julukan masing-masing, banyak pesantren, banyak kuyaha-kuyaha, kuasa-kuasa. Walaupun mereka itu tidak berpihak ke ‘kita’, tidak apa, karena ‘kita’ berjuang untuk Islam. Islam harus tetap di atas.
  2. Gontor selalu mengajak berpikir tidak kecewa, tidak mengecewakan, dan tidak akan mengajak kecewa. Berbeda dengan pola pikir ‘politik’. Sekarang ini banyak caleg-caleg, cagub-cagub, cabup-cabup, cakar-cakar. Kalo satu kandidat kalah, pasti dia akan kecewa, dan akan mengecewakan ‘pihak lain’, dan mengajak kecewa. Insyaallah IKPM tidak seperti itu. Pengurus harus menjemput bola, kalau nggak mau maka akan dilempari dengan bola-bola supaya organisasi ini ada pergerakan.
  3. Kamu harus menjawab azan, bukan hanya mendengarkan. Yang benar itu dzikir bengi, bukan melek bengi. Maling yo nek bengi kuwi melek semaleman.
  4. Di Gontor tidak boleh ada perubahan. Perbedaan boleh jadi ada, namun nilai-nilai, cita-cita, ajaran-ajaran, dan akhlaqiyah tidak boleh berubah sampai kapanpun. Jika kalian melihat perbedaan tentang pelaksanaan dan  kepemimpinan pondok sekarang dan yang dulu, maka itu wajar. Karena perbedaan layak untuk terjadi. Kenali apa itu perubahan dan apa itu perbedaan.
  5. Cita-cita pondok belum tercapai. Jika diibaratkan dalam perjalanan, cita-cita pondok ingin sampai ke Mekkah tapi baru sampai Jakarta. Belum apa-apa. Kita terus melangkah. Salah satu cita-cita pondok adalah Universitas Darussalam. Doakan selalu agar dapat tercapai. Sampaikan kepada seluruh alumni Gontor yang sudah menjadi doktor-doktor, agar sudi mengabdi dan membantu mewujudkan Universitas Islam Al-‘alamiyyah dengan segala sepak terjangnya.
  6. Pada zaman ini, terjadi kembali peristiwa tatkala Nabi Yusuf dicemplungkan ke sumur oleh sebelas saudaranya agar tidak muncul ke permukaan. Dimana ahada ‘asyara kaukaban menggunakan segala konspirasinya berusaha untuk menghilangkan nilai-nilai yang diajarkan Nabi Yusuf (nilai-nilai Tauhid, kejujuran, keadilan, kebenaran, kesejahteraan, kerukunan). Kalian dapat memilih untuk menjadi ‘Nabi Yusuf’ atau menjadi ‘kesebelas saudaranya’ itu. Dan pondok pesantren, dalam hal ini IKPM, harus menjadi anshor/ penolong golongan pemegang nilai-nilai yang diajarkan Nabi Yusuf tersebut.
  7. Uusiikum wa iyyaaya. Jaman ini kita harus hati-hati dan berpikir cerdas. Agar dapat membedakan antara emas tenanan dan batu yang berwarna emas, antara vitamin dan formalin. Kita banyak mengkonsumsi pakaian-pakaian, makanan-makanan, nilai-nilai, pikiran-pikiran, gaya-gaya, etiket-etiket penjajah dzohiran wa baatinan. Tapi insyaallah kita bisa menghindari itu semua kalau kita memegang nilai-nilai pondok, panca jiwa.
  8. Pondok pesantren harus menjadi guru/ mundzirul qaum, bukan mundzar. Pondok mendidik UNESCO, PBB, presiden, anggota DPR, MPR, polisi, gubernur, semuanya. Pondok mendidik nilai, karena kalau kaum ini kehilangan nilai berarti kita sudah bukan kita lagi. Apalagi sekarang ini di Indonesia terjadi tarik-menarik antara nilai-nilai yang benar yang nilai-nilai yang tidak benar. Pemaksaan nilai-nilai yang tak benar terhadap nilai-nilai yang benar. Ironisnya, ‘mereka’ menuduh nilai-nilai yang benar memaksakan nilai-nilai.
  9. Prinsip ‘ke-estafet-an’ merupakan sunnatullah dan hukum alam. Kalau kamu tidak melaksanakannya, maka kamu akan dihukum alam. Sekarang saatnya yang muda-muda tampil dan yang tua harus siap memberikan kesempatan. Hilangkan rasa egois, masing-masing harus siap dipimpin dan siap memimpin. Yang muda-muda harus meneruskan perjuangan dan pengabdian dengan memegang nilai-nilai Islam.

INFORMASI BESAISWA  

Posted by IKPM SOLO RAYA

INFORMASI BEASISWA


1. Australia Award Scholarship (http://australiaawardsindo.or.id)
2. LPDP Scholarship (http://www.beasiswalpdp.org/index.html)
3. DIKTI Scholarship
a. Dalam Negeri (http://www.beasiswa.dikti.go.id/dn/)
b. Luar Negeri (http://beasiswa.dikti.go.id/ln/)
4. Turkey Government Scholarship (http://www.turkiyeburslari.gov.tr/index.php/en)
5. General Cultural Scholarship India (http://www.iccrindia.net/gereralscheme.html)
6. USA Government Scholarship
a. (http://www.aminef.or.id/index.php)
b. (http://www.iief.or.id)
7. Netherland Government Scholarship (http://www.nesoindonesia.or.id/beasiswa)
8. Korean Government Scholarship (http://www.niied.go.kr/eng/contents.do…)
9. Belgium Government Scholarship (http://www.vliruos.be/4273.aspx)
10. Israel Government Scholarship (http://www.mfa.gov.il/…/scholarships%20offered%20by%20the%2…)
11. Sciences Po France (http://formation.sciences-po.fr/…/the-emile-boutmy-scholars…)
12. Utrecht University Netherland (http://www.uu.nl/university/international-
students/en/financialmatters/grantsandscholarships/Pages/utrechtexcellencescholarships.aspx)
13. Prasetya Mulya Business School Indonesia (http://www.pmbs.ac.id/s2/scholarship.php?lang=ENG)
14. Brunei Darussalam Government Scholarship (http://www.mofat.gov.bn/index.php/announcement)
15. Monbugakusho Scholarship Japan (http://www.id.emb-japan.go.jp/sch.html)
16. Paramadina University Master Fellowship Indonesia (https://gradschool.paramadina.ac.id/…/paramadina-medco-fell…)
17. PPM School of Management Indonesia (http://ppm-manajemen.ac.id/beasiswa-penuh-s2-mm-reguler/)
18. University of Twente Netherland (http://www.utwente.nl/internationa…/scholarshipsandgrants/…/)
19. Sweden Government Scholarship (http://www.studyinsweden.se/Scholarships/)
20. Chinese Government Scholarship (http://www.csc.edu.cn/laihua/scholarshipdetailen.aspx…)
21. Taiwan Government Scholarship (http://www.studyintaiwan.org/taiwan_scholarships.html)
22. United Kingdom Government SCholarship (http://www.chevening.org/indonesia/)
23. Panasonic Scholarship Japan (http://panasonic.net/citizensh…/scholarships/…/requirements/)
24. Ancora Foundation Scholarship (http://ancorafoundation.com)
25. Asian Public Intellectuals Fellowship Japan (http://www.api-fellowships.org/body/)
26. AUN/SEED-Net Scholarship (http://www.seed-net.org/index.php)
27. Art Asia Major Scholarship Korea National University of Arts (http://eng.karts.ac.kr:81/karts/board/list.jsp?
c_no=003013002&bt_no=123&page=1&b_category=&b_categoryimg=&searchSelect=&keyword=&divisionSelect=&engNotice=engNotice)
28. Ritsumeikan Asia Pacific University Japan (http://www.apu.ac.jp/home/life/index.php?content_id=30)
29. Seoul National University Korea (http://en.snu.ac.kr/…/gradu…/scholarships/before-application)
30. DIKTIS Overseas Scholarship (http://www.pendis.kemenag.go.id/beasiswaln/)
31. Honjo International Scholarship Foundation Japan (http://hisf.or.jp/english/sch-f/)
32. IDB Merit Scholarship Programme for High Technology (http://www.isdb.org/irj/portal/anonymous…)
33. International HIV & Drug Use Fellowship USA (http://www.iasociety.org/fellowship.aspx)
34. Nitori International Scholarship Foundation Japan (http://www.nitori-shougakuzaidan.com/en/)
35. School of Government and Public Policy Indonesia (http://sgpp.ac.id/pages/financial-conditions)
36. Inpex Scholarship Foundation Japan
37. Asia University Taiwan (http://ciae.asia.edu.tw/AdmissionsScholarship.html)
38. Macquaire University Australia (http://www.mq.edu.au/…/macquarie_university_international_…/)



PENGURUS IKPM CABANG SOLO RAYA PERIODE 2014 - 2016  

Posted by IKPM SOLO RAYA



PENGURUS IKPM
CABANG SOLO RAYA
PERIODE  2014 - 2016


PENASEHAT                       1. KH. Habib Masturi
                                             2. KH. Wahyuddin
                                             3. DrsKH. Najmuddin Zuhdi, MA
                                 4. Drs. KH. Muhtar Anshori, M.Pd.I
                                             5. Dr. M.A. Fattah Santoso, M.Ag

PEMBINA                             1. Drs. HM. Suprawi Djuhri, M.Ag
                                              2. DrImam Sukardi, MA
                                              3. Drs. H. Anas Yusuf Mahmudi
                                              4Drs. Ma’ruf Rohmad
                                             5Agus Hadi Susanto, M.Si
                                             6. H. Priono Hadi
                                             7. H. Uripto Mahmud Yunus, M.Ed
                                                                                   
KETUA UMUM                    : M. Hasbi Shiddiq, S.Ag

WAKIL KETUA UMUM      : Imam Muqoyyadi, M.Pd.I

WAKIL TIAP DAERAH      :    KLATEN                  : M. Asyrofan, S.Pd.I
  SUKOHARJO          : Erwin, M.Pd
  KARANGANYAR   : Zainal Arifin, M.Pd.I
  BOYOLALI              : Joko Robi, S.Th.I
  SRAGEN                  : Ivo Rikawanto, S.Pd.I
  WONOGIRI             : Gandi Wibowo


SEKRETARIS                       :  1. Helmi Gunawan, M.Pd                
2. Taufiqul Lathif, SHI
3. Ridho Amri, M.Phil

BENDAHARA                      : 1. Dr. Ahmad Mardalis, MBA
                                                2. Hendri Safrudin
                                                3. Mahfud Damanhuri, M.A
                                               
SEKSI DAKWAH                 : 1. Fatih Samadi, M.Si
                                                2. Edi Suprapto, S.Ag
                                                3. Ata Fauzi, MBA
                                                4. Drs. Suprapto
                                                5. Drs. Haris Mu’anis
                                                6. Nur Iskandar Darusman
                                                7. Zainuri Fatah, S.Pd.I
                                                8. Iping Priyatna, S.Pd.I


SEKSI PENDIDIKAN         :   1. Abdullah Mahmud, M.Ag
2. Sunardi, M.Pd.I
3. Abdul Matin, LC, MA
4. Ruslan Sholeh, S.Pd.I
5. Hamdan Magribi, M.A
6. Nasihin Taqwad, M.Pd.I
7. Lolon Sumarlan, S.Ag
SEKSI KEPUTRIAN          :     1. Nina Kurnia Ruaida, Lc
2. Masruroh Haryanti, S.Pd.I
3. Wahyu Mardhatillah, SS, M.Pd
4. Cholida Isnairini, S.Pd.I
5. Roni Kusuma Sa’diyah
6. Heni Purwanti

SEKSI EKONOMI                :  1. Athwal Arifin, SE
                                                  2Agus Setiyabudi
                                                  3. Syamsul Bahri, M.Kes
4. Dodi Kurniawan

SEKSI KOMUNIKASI &
INFORMASI                         :     1. Najmul Falah, LC
                                                    2. Ali Mas’ud Huda, S.Ud
   3. Nur Hidayah Al Amin, LC. M.E.Sy
   4Dwi Hapsari Nur Arofah
   5. Surya Dwi
   6. Luhung Ahmad, M.Pd
   7. Ariful Fattah, S.Pd.I

SEKSI KEMAHASISWAAN &
KADERISASI                                   :     1. Joko Robi, S.Th.I
              2. Saddam Husein
              3. Adib Ihsani
              4. Anas Makhfud
              5. Wihdan Jefri lazuardi
              6. Nur Rahman

Bimbingan Belajar Calon Santri Gontor IKPM Solo Raya 2015  

Posted by IKPM SOLO RAYA

Ayo.... daftarkan segera putra-putri anda yang ingin masuk Pondok Modern Gontor, di Panitia BIMBEL IKPM Solo Raya....

POTENSI UMAT SEBAGAI MODAL KEJAYAAN HIDUP ISLAMI  

Posted by IKPM SOLO RAYA

Solo Raya - Kompetisi dalam kehidupan pada berbagai aspeknya semakin membuat sempit mental dan keberanian umat yang mengalami dekadensi moral. Semua aktivitas manusia telah dilingkupi atmosfer pragmatis-matrealis yang sangat sulit dihilangkan. Nilai-nilai spiritual yang mulia mulai terkikis dan tersudut  oleh eksistensi  rasio yang diagungkan, sehingga keyakinan hidup dan perilaku luhur berakhlakul karimah tidak lagi diutamakan untuk mendapatkan status dan derajat mulia dihadapan para makhluk dan pencipta alam semesta, Allah Swt.
Dalam kondisi yang demikian seharusnyalah umat Islam di Indonesia khususnya dan Dunia pada umumnya berintstrospeksi/berkaca, meneliti kembali; adakah noda-noda pemikiran yang mengotori keyakinan kita yang masih melekat pada tubuh umat ini, sehingga begitu banyak masalah yang dihadapi oleh komunitas umat disekeliling kita tidak segera teratasi?
Taukah Anda, negara yang memiliki populasi muslim paling banyak di dunia??  Dalam skala 10 negara dengan populasi muslim terbanyak di dunia, ternyata Indonesia menempati urutan pertama yang terbanyak, berikut uraian masing-masing:

1. Indonesia : 182,570,000 orang




Indonesia merupakan negara Muslim terbesar di seluruh dunia. Meskipun 88% penduduknya beragama Islam, Indonesia bukanlah negara Islam. Muslim di Indonesia juga dikenal dengan sifatnya yang moderat dan toleran. Pada tahun 30 Hijri atau 651 Masehi, hanya berselang sekitar 20 tahun dari wafatnya Rasulullah SAW, Khalifah Utsman ibn Affan RA mengirim delegasi ke Cina untuk memperkenalkan Daulah Islam yang belum lama berdiri.
Dalam perjalanan yang memakan waktu empat tahun ini, para utusan Utsman ternyata sempat singgah di Kepulauan Nusantara. Beberapa tahun kemudian, tepatnya tahun 674 M, Dinasti Umayyah telah mendirikan pangkalan dagang di pantai barat Sumatera. Inilah perkenalan pertama penduduk Indonesia dengan Islam. Sejak itu para pelaut dan pedagang Muslim terus berdatangan, abad demi abad. Mereka membeli hasil bumi dari negeri nan hijau ini sambil berdakwah.

2. Pakistan : 134,480,000 orang




Pakistan adalah sebuah negara yang terletak di Asia Selatan. Dengan lebih dari 150 juta penduduk, Nama Pakistan diambil dari awalan daerah Punjab, Afghan, Kashmir, Sind dan Baluchistan. Sedangkan dalam bahasa Persi Pak berarti suci dan Stan bermakna negara sehingga para pendiri Pakistan mengharapkan adanya negara suci menurut ajaran Islam.

3. India : 121,000,000 orang




Islam adalah agama yang kedua terbesar kedua setelah agama Hindu (80.5%). Ada sekitar 174 juta Muslim, 16.4% dari jumlah penduduk. Sejak pengenalannya ke India, Islam telah membuat penyumbangan keagamaan, kesenian, falsafah, kebudayaan, kemasyarakatan dan politik kepada sejarah, warisan dan kehidupan India.

4. Bangladesh : 114,080,000 orang




Islam adalah agama terbesar Bangladesh, yang muslim penduduk lebih dari 130 juta dan merupakan hampir 88% dari total jumlah penduduk, berdasarkan sensus 2001. Islam datang ke wilayah Bengal sejak abad ke-13, terutama oleh kedatangan para pedagang Arab, Persia Saints dan penaklukan daerahl Salah satu yang terkenal adalah suci Islam, Shah Jalal.

5. Turki : 65,510,000 orang




Daerah yang terdiri dari Turki moden mempunyai tradisi Islam yang lama dan kaya melatar belakang ke zaman permulaan Seljuk dan Empayar Uthmaniyyah. Orang Turki secara kebudayaan dan sejarah adalah umat Islam.

6. Iran : 62,430,000 orang




Sejarah awal Iran meliputi negara Iran dan juga negara-negara tetangganya yang mempunyai persamaan dalam kebudayaan dan bahasa. Ketika itu, negara-negara ini diperintah oleh kekaisaran-kekaisaran seperti Media dan Akhemenid. Sassania adalah kekaisaran Persia terakhir sebelum kedatangan Islam. Kemudian Persia bergabung menjadi sebagian khilafah Islam awal.

7. Mesir : 58,630,000 orang



Islam menyentuh wilayah Mesir pada 628 Masehi. Ketika itu Rasulullah mengirim surat pada Gubernur Mukaukis -yang berada di bawah kekuasaan Romawi-mengajak masuk Islam. Rasul bahkan menikahi gadis Mesir, Maria. Pada 639 Masehi, ketika Islam di bawah kepemimpinan Umar bin Khattab, 3000 pasukan Amru bin Ash memasuki Mesir dan kemudian diperkuat pasukan Zubair bin Awwam berkekuatan 4000 orang. Mukaukis didukung gereja Kopti menandatangani perjanjian damai. Sejak itu, Mesir menjadi wilayah kekuasaan pihak Islam.
Di masa kekuasaan Keluarga Umayah, dan kemudian Abbasiyah, Mesir menjadi salah satu provinsi seperti semula. Khalifah Muiz membangun Masjid Besar Al-Azhar (dari “Al-Zahra”, nama panggilan Fatimah) yang dirampungkan pada 17 Ramadhan 359 Hijriah, 970 Masehi. Inilah yang kemudian bekembang menjadi Universitas Al-Azhar sekarang, yang juga merupakan universitas tertua di dunia saat ini.

8. Nigeria : 53,000,000 orang



Islam dianut oleh 50% dari total penduduk Nigeria, Penyebaran Islam di Nigeria dibagi dalam tiga periode, yaitu periode Trans Sahara dan Afrika Utara, periode Atlantik dan periode kemerdekaan. di samping melakukan perdagangan, para pedagang Muslim juga memperkenalkan misi utama ajaran Islam, yaitu mengembangkan perdamaian, keadilan dan kesejahteraan.

9. Algeria (Al-Jazair) : 30,530,000 orang

Islam pertama kali dibawa ke Aljazair oleh Bani Umayyah setelah invasi dinasti dari Uqba bin Nafi, dalam berlarut-larut proses penaklukan dan konversi yang membentang 670-711. Namun, seperti di Timur Tengah itu sendiri, mereka berusaha untuk menggabungkan baru mereka Islam dengan perlawanan terhadap aturan luar negeri kekhalifahan – sebuah ceruk yang Khawarij dan Syiah “ajaran sesat” diisi dengan sempurna.

10. Maroko : 28,780,000 orang




Maroko modern pada abad ke-7 M merupakan sebuah wilayah Barbar yang dipengaruhi Arab. Bangsa Arab yang datang ke Maroko membawa adat, kebudayaan dan ajaran Islam. Sejak itu, bangsa Barbar pun banyak yang memeluk ajaran Islam.

DENGAN DEMIKAN

Kuantitas umat ini cukup dijadikan bekal dalam memperbaiki kualitas. sikap saling klaim, saling tuduh, saling menusuk dalam lipatan, perpecahan antar parpol dan ormas adalah kendala-kendala yang nyata-nyata harus dihindari demi terwujudnya umat Islam yang satu dalam jama'ah berbangsa dan bernegara dengan dasar aqidah yang benar. Ego dan ambisi kepartaian dan kepentingan sesaat demi meraih pangkat dan kedudukan serta kekuasaan di dunia hendaknya sebisa mungkin ditekan dan dikendalikan oleh masing-masing pihak. Karena sesungguhnya muslim dan mukmin sejati mengetahui, bahwa dunia bukanlah tujuan hakiki, masih ada tujuan yang lebih nyata yaitu Akhirat.

Memulai memang tidaklah mudah, namun harus ada yang memulai menyadarkan dan mengarahkan umat dalam gerak-gerak semu dinamika kehidupan ini dengan menunjukkan minimal 4 objek yang harus segera dibenahi: 1. Sistem pendidikan umat Islam, 2. Peningkatan kegiatan ekonomi produktif yang berorintasi pada kesejahteraan umat, 3. Penguatan eksistensi umat dengan program dan kegiatan yang melibatkan seluruh lapisan umat, 4. Penguatan akidah umat dengan terobosan-terobosan baru dalam berdakwah, sehingga umat tidak terjebak dalam paham-paham yang menyesatkan yang merupakan propaganda gerakan sekulerisme, lliberalisme dan pluralisme, atau kesesatan berpikir yang diakibatkan oleh kepicikan penalaran dan kebodohan individual.

Hal ini akan mampu diwujudkan apabila semua pihak menyadari bahwa bahtera yang bernama Indonesia ini saat ini dalam kondisi darurat dan mengalami kebocoran disana-sini setelah banyak peristiwa dan kejadian menghantamnya.

Sekarang saatnya berspekulasi, adakan perubahan/ishlah atau kita akan menjadi bahan lelucon yang selalu ditertawakan dunia sebagai bangsa besar -182.570.000 muslim- yang tolol dan penakut? Padahal kita berIslam dan berIman? Kurangkah 'Teguran' Allah Swt yang ditujukan kepada kita sampai detik ini?.

Untuk itu mari kita sama-sama bergandengan tangan, merapatkan barisan, berbuat kebaikan sesuai dengan kemampuan kita, dengan situasi dan kondisi masing-masing menuju kearah perbaikan-perbaikan, sehingga akhirnya kita kelak akan bertemu di tempat kembali yang baik, yaitu Surga di akhirat. Yang tentunya dapat kita raih hanya dengan ridha dariNya. Amin...(Thony)

MOHON DO’A RESTU DAN UNDANGAN  

Posted by IKPM SOLO RAYA

بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Semulia-mulianya laki-laki adalah yang memuliakan wanita dan
Seindah-indahnya perhiasan dunia adalah wanita Shalihah,
Ya Allah izinkanlah kami untuk mengikuti sunah Rasul-Mu.





MOHON DOA RESTU ATAS PERNIKAHAN KAMI

THONY KUSWOYO, S.Th.I
Bin Suparman(alm) – Sri Sukamtini(almh)
Cabeyan, Rt/Rw. 10/03, Sembungan, Nogosari, Boyolali, Jawa Tengah
Dengan
SRI LESTARI, S.Pd
Binti Samin – Dimyati
Buduran, Rt.03, Kalikobok, Tanon, Sragen, Jawa Tengah


AKAD NIKAH
Insya Allah akan dilaksanakan pada:
Ahad Wage, 10 Juli 2011
(08 Sya’ban 1432)
07.30 WIB
Dsn. Buduran, Rt.03, Kalikobok, Tanon, Sragen, Jawa Tengah


WALIMATUL ‘URSY I
Insya Allah akan dilaksanakan pada:
Ahad, 10 Juli 2011
08.30 – 11.30 WIB
Dsn. Buduran, Rt.03, Kalikobok, Tanon, Sragen, Jawa Tengah,
Indonesia


WALIMATUL 'URSY II
Insya Allah akan dilaksanakan pada:
Senin(malam), 11 Juli 2011
(09 Sya’ban 1432)
20.00 – 23.00 WIB
Cabeyan, Rt/Rw.10/03, Sembungan, Nogosari, Boyolali, Jawa Tengah
Indonesia

Merupakan suatu kehormatan, kesyukuran dan kebahagiaan bagi kami apabila Bapak/Ibu/Saudara/i berkenan hadir dan memberikan do’a restu kepada kami mempelai berdua.
Atas kehadiran serta do’a restunya kami ucapkan banyak terimakasih.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته


Kami yang berbahagia
Keluarga

Bapak Samin                  Bapak Suparman(alm)
 Ibu Dimyati                     Ibu Sri Sukamtini(almh)


Ttd

Thony Kuswoyo, S.Th.I
Sri Lestari, S.Pd

____________________________________________________________
Kontak Person:
Imam Muqoyyadi / 081393421240
Nur Hidayat Al-Amin, Lc. / 082110592663

Pesan sponsor:
"Bapak/Ibu, Ust/h, Ikhwan/t yang berkenan menghadiri acara walimah I atau II mohon menghubungi kontak person kami sesegera mungkin...syukran."

HIDUP SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN  

Posted by IKPM SOLO RAYA in

Semenjak benih-benih bakal manusia melalui beberapa proses untuk 'Menjadi' menampakkan kehidupannya, maka sesungguhnya  seiring dengan itu semua denyut sejarah baru kemanusiaan juga tercipta. disana terdapat keterkaitan erat antara proses biologis dan spiritualitas yang tidak mungkin dipisahkan.

Dalam konteks Islam alur-kronologi pembentukan makhluk baru diiringi oleh beberapa fase yang berurutan secara sistematis, mulai dari janin kemudian terbentuknya jasad yang siap ditiupkan ruh kedalamnya hingga terbentuk tubuh yang sempurna dan siap dilahirkan ke dunia semuanya berjalan sesuai dengan Sunatullah dan atas kehendakNya. 

Kemudian ia lahir, besar dan tumbuh menjadi dewasa untuk berinteraksi dengan makhluk lain dengan membawa multi status yang harus diseimbangkan antara satu dan yang lainnya. Ia sebagai makhuk individu juga sebagai makhluk sosial, ia sebagai khalifah di muka bumi juga sebagai hamba dihadapan Allah Swt, ia sebagai makhluk yang kuat juga makhluk yang lemah, ia sebagai makhluk yang berakal juga sebagai makhluk yang jahil pada sisinya yang lain, dan lain sebagainya. Maka sepantasnya manusia memiliki panduan hidup untuk menyeimbangkan kesemuanya itu agar manusia tidak hanya tumbuh berkembang dari satu sisi saja sementara sisi yang lain terabaikan. Berkembang dari segi intelektualitas saja sementara segi spiritualitasnya tertinggal jauh.

Al-Qur'an sebagai petunjuk operasional dalam memberdayakan manusia dan seluruh makhluk hidup sesuai dengan Sunatullah dan misi-misi penciptaan alam tentunya memuat banyak hal tentang asal mula kehidupan, visi dan misi hidup yang sebenarnya. Dan makhluk yang paling memahami isi Hidayatullah itulah tentunya yang paling selamat hidupnya, walaupun ia akan mengalami perjalanan panjang lintas waktu, zaman dan lintas alam.

Dalam hal ini kita bisa membuktikan kebenaran daripada argument ini, bahwa tidaklah mungkin sebuah perusahaan mengeluarkan produk tanpa disertai dengan buku pedoman yang digunakan untuk mengoperasikan produk tersebut secara maksimal. Dan adalah suatu hal yang mustahil apabila produk itu bisa menjabarkan asal mula pembentukan dirinya serta menciptakan pedoman operasional untuk mengoperasikan dirinya secara sempurna. Komputer, mobil, handphone, dan elektronik lainnya bahkan robot pun tidak akan mampu membuat buku panduan untuk mengoprasikan dirinya secara sempurna dengan hasil yang maksimal. 

Begitu juga halnya makhluk hidup, misalnya ayam, sapi, kerbau, kambing, babi dan termasuk juga manusia. Karena meskipun manusia diberi kelebihan hati dan akal sebagai fasilitas untuk melakukan perubahan sejarah kehidupan ke arah yang lebih baik, akan tetapi hati dan akal manusia itu pada dasarnya amatlah terbatas.

Disinilah titik kelemahan manusia, disinilah bukti bahwa manusia harus belajar lagi dan disinilah manusia harus mulai belajar tentang eksistensi diri, misi penciptaan diri dan bagaimana seharusnya berada di dunia ini. Ia sama sekali bukan Tuhan, ia hanyalah makhluk yang dengan segala kekuasaannya justeru ia mengabdi, tunduk kepada kebesaran Allah Swt yang telah menciptakan dirinya.

Dengan demikian ia harus banyak mendapatkan didikan dan belajar kepada alam sesuai dengan konsep Islam yang dikenal dengan pendidikan sepanjang hayat. “Artinya belajar tidak mengenal kata berhenti meski usia sudah lanjut dan manusia juga dituntut untuk menyesuaikan dirinya secara terus menerus dengan situasi baru.” Ia harus tegar menghadapi banyak tantangan untuk mengasah karakter dan kepribadiannya dengan selalu mengedepankan moral dan etika selaku makhluk yang beradab.

Ia harus memiliki agama yang menjadi dasar kehidupan spiritual dan ilmu sebagai alat untuk menyempurnakan amalan, karena Agama dan ilmu harus dijalankan dengan selaras. Sebab dalam pandangan Islam; agama tanpa ilmu akan pincang/lumpuh dan ilmu tanpa agama akan buta.

Jika spiritualitas telah didasarkan kepada pemahaman terhadap agama Islam dengan baik dan benar, dan intelektualitas telah diasah sedemikan rupa, niscaya misi penciptaan manusia telah sesuai dengan kehendak Allah Swt. dan manusia akan selamat di dunia dan bahagia di akhirat. Dan dunia pun akan terjaga dari kerusakan dan kehancuran, baik pada segi intelektualitas, spiritualitas, moral dan peradaban. Inilah konsep Islam sebagai Rahmat bagi Alam Semesta(Rahmatan lil A'alami), bukan sebagai fenomena yang mengerikan seperti orang-orang jahil menggambarkan. Kita harus menjadi generasi yang cerdas untuk memahami hal ini, Allahu Akbar... (Thony)

KECERDASAN  

Posted by IKPM SOLO RAYA in

Pada tahun ini saya berkesempatan mengunjungi kembali beberapa negara Eropah. Banyak fakta yang menarik untuk dibagi bersama. Diantara yang menarik adalah ketika saya berkunjung ke Inggeris, Maret 2010. Di Nottingham saya dapat cerita bahwa sebuah penelitian di Universitas Nottingham menemukan korelasi bahwa semakin bodoh seseorang itu ia semakin religius dan sebaliknya semakin sekuler dan bahkan atheist ia semakin cerdas. Saya tidak baca hasil riset itu. Tapi setahu saya, menurut hasil riset W.Cantwell Smith definisi religion di Barat itu masalah, dan otomatis arti “religiusitas” pun begitu. Makna cerdas pun juga masalah. Sebab kini berkembang istilah kecerdasan spiritual. Jadi desain penelitian tersebut nampaknya perlu dipersoalkan.

Benarkah masyarakat Barat sekuler sekarang ini cerdas. Perlu dikaji lebih lanjut. Jika maksudnya adalah kecerdasan intelektual itupun masih perlu ujian lebih mendalam. Sebab kecerdasan itu bukan karena pandangan hidup sekulernya, mungkin faktor lain. Jika maksudnya adalah kecerdasan spiritual, jelas sekali tidak benar.

Buktinya di Manchester, sinagog yang telah menjadi Museum, dan gereja yang telah menjadi Masjid. Di Birmingham, masjid Mu’az adalah bekas gereja dan seminari. Beberapa gereja di daerah Aston, Birmingham sudah menjadi sarang burung dara. Jumlah jemaat gereja kalah banyak dibanding “jama’ah” yang antri masuk bar. Gereja sudah tidak lagi dikunjungi banyak orang. Di sana tidak ke gereja berarti tidak religius lagi. Mungkin karena sudah putus asa, di Manchester terdapat nama gereja “A Church for those who don’t like to go to church”. Itulah arti pernyataan “spirituality has gone to the east”. Persis seperti kata Prof.David Thomas, dosen teologi di universitas Birmingham Barat itu maju tanpa agama. Artinya semakin sekuler, semakin rendah spiritualitasnya. Mungkin itu sebabnya mengapa di Barat training kecerdasan spiritual menjamur. Jadi riset diatas tidak reliable. Apalagi menurut Islam spiritualitas dan intelektualitas itu hampir tidak beda.

Benarkah jalan sekuler adalah pilihan cerdas dan solusi segala masalah. Ternyata tidak. Menyingkirkan agama dari publik malah bermasalah. Di Perancis, Jerman, Swiss dan beberapa negara Eropah yang anti agama, pemerintahnya mulai mengurusi agama. Di Inggeris pemerintah terpaksa membolehkan Muslim buka mahkamah syariah. Kini di Amerika malah muncul idea de-privatization of religion, artinya agama tidak lagi bersifat privat. Harvey Cox, yang pernah menjual idea sekularisasi agama-agama, akhirnya mengoreksi idenya itu. Ia lalu menulis makalah berjudul Reconsidering Secularism. Barat kini seperti dalam kebingungan.

Menjadi sekuler ternyata juga tidak membuat orang bijak bestari. Bulan lalu saya menyampaikan public lecture di Universitas Wienna, Austria. Temanya tentang moderasi dan toleransi. Seorang peserta bertanya, mengapa di Indonesia orang bisa lebih toleran tapi disini dan negara Eropah tidak. Jawab saya, Barat itu terlalu sekuler dan bahkan terlalu kaku, sehingga tidak toleran pada agama. Di Indonesia agama bisa muncul di ruang publik. Ceramah agama-agama bisa muncul di TV. Tabligh akbar, Natalan atau peringatan hari keagamaan bisa diadakan diruang publik. Sesuatu yang mustahil terjadi di Barat. Ini bukti lain bahwa menjadi sekuler itu tidak membuat orang arif dan toleran. Sekuler malah bisa berarti ekslusif.

Tapi anehnya, yang kini dituduh ekslusif adalah sikap keberagamaan. Itupun berdasarkan analisa abad ke 16 dan 17, disaat mana sekte-sekte agama di Eropah waktu itu sering konflik. Sekte-sekte, atau agama-agama itu punya tuhannya sendiri-sendiri (teori geosentris) dan saling menyalahkan. Konflik bermuara pada pembunuhan. Andrew Sullivan di The New York Times Magazine menggambarkan bahwa gara-gara perang salib, inquisisi dan perang agama Eropah abad 16 dan 17 berlumuran darah. Bahkan lebih banyak dibanding di dunia Islam.

Tapi anehnya situasi itu dianggap terus terjadi hingga sekarang. Yang jadi sample adalah peristiwa 11/9 yang sejatinya penuh misteri itu. Padahal konflik agama selama ini, jikapun ada, tidak sebesar konflik politik. Tidak sebesar perang teluk dan invasi AS ke Irak dan Afghanistan. Jumlah yang mati sia-sia pun lebih banyak konflik politik. Tidak puas dengan sample peristiwa Jack Nelson-Pallmeyer, merujuk kepada kitab suci. Ia lalu menulis buku “Is Religion Killing Us? Evidence in the Bible and the Qur’an”. Intinya, kedua kitab ini memerintahkan pembunuhan.

Tapi konflik antar agama bukan satu-satunya alasan. Konflik yang sebenarnya justru antara agama dan sekularisme. Peter Berger terus terang, sekularisme gagal dan diganti dengan pluralisme. Sikap ekslusif itu diganti menjadi sikap inklusif dan pluralis. Secara teologis agama yang banyak itu, oleh John Hick, diteorikan menjadi bertuhan sama. Teologi agama-agama itu diperkirakan nantinya akan bersatu. Itulah teori global theology John Hick. Anehnya teori yang bermasalah ini ada pengikutnya, termasuk di Indonesia.

Di Leed, saya melewati sebuah gereja. Di depan gereja itu tertulis, “all race, all nation, all religion but one god”. Saya lalu segera menyimpulkan ini pasti penganut paham global theology. Dalam perjalanan saya dari Leed ke London saya kebetulan duduk berdampingan dengan seorang pendeta berkulit hitam. Saya lalu bertanya tentang tulisan gereja di Leed itu. Ternyata bagi dia itu benar. Ketika saya berkunjung ke Centre of Islam-Christian Relation, di Selly Oak College, Birmingham, disitu terpasang gambar Jesus tapi kepalanya seperti gambar dewa Wishnu dalam agama Hindu. Itu simbul pluralisme dan kesamaan Tuhan agama-agama.

Di Universitas Salzburg, setelah kuliah umum saya sempat diskusi dengan dosen systematic theology Professor Hans Joachim Sander. Saya terkejut ketika dia mengatakan bahwa teori pluralisme John Hick itu tidak populer. Dan dalam Kristen idenya itu dianggap sudah usang. Pluralisme teologi itu, katanya adalah proyek Amerika. Bahkan dia terus terang “liberalisme itu omong kosong”. Ia juga sepakat ketika saya katakan bahwa semua agama sekarang ini sedang dipinggirkan dan bahkan ditindas. Alatnya adalah pluralisme, liberalisme, feminisme dan demokratisasi beragama. Lucunya, menindas agama tapi masih mencari jalan spiritualitas. Artinya menjadi sekuler atau liberal bukan pilihan cerdas tapi membingungkan diri sendiri dan orang lain. Begitulah nestapa masyarakat yang telah kehilangan misykat. Wallahu a’lam.

Dr. Hamid Fahmi Zarkasyi

QALBU  

Posted by IKPM SOLO RAYA

Akhir-akhir ini pendidikan disoroti sebagai terlalu intelektualistis. Terkadang juga dianggap terlalu job-oriented (berorientasi kerja). Sementara pendidikan agama dituduh sebagai terlampau spiritualistis sehingga nampak tidak rasional.

Sebenarnya pendidikan dalam Islam tidak demikian. Ia meliputi seluruh aspek dalam diri manusia. Tidak melulu spiritualistis dan tidak pula terlalu intelektualistis atau pragmatis dan praktis. Pendidikan dalam Islam berkaitan dengan soal ilmu dan ilmu dalam Islam berdimensi iman dan amal. Oleh sebab itu pendidikan Islam mengharuskan pemahaman tentang dua hal: pertama letak iman, ilmu dan amal tersebut dalam jiwa manusia. Kedua, bagaimana menanamkan itu semua kedalam diri manusia. Sistim apa yang cocok untuk pengembangan anak dalam berbagai aspek kejiwaannya dalam sebuah sistim pendidikan yang terpadu, perlu dipikirkan terus menerus dan seksama.

Namun, sebelum berfikir tentang metode atau sistim perlu dijelaskan terlebih dulu konsep jiwa manusia yang akan menjadi obyek pendidikan itu. Sebab jiwa manusia memiliki bagian-bagian penting yang saling berkaitan.

Hakim Tirmidhi seorang ulama abad ke 9 menulis buku berjudul Bayan al-Farq, Bayn al-Sadr,wa al-Qalb,wa al-Fuad wa al-Lub. (Penjelasan Tentang Perbedaan antara Sadr (sadar), Qalb (kalbu/hati), Fuad (nurani) dan Lubb (akal pikiran). Istilah-istilah sadr yang dalam bahasa Indonesia menjadi sadar-kesadaran ternyara berbeda artinya dari istilah qalb, hati atau kalbu. Fuad yang di Indonesiakan menjadi nurani berbeda lagi dari lubb yang arti sebenarnya adalah akal pikiran yang berimana. Ulul Albab adalah orang yang berakal fikiran tauhidi.

Namun itu semua merujuk kepada sesuatu yang bersifat batiniyah. Jika seseorang di bedah dadanya tentu sadr, qalb, fuad dan lub itu tidak akan ditemukan secara fisik. Maka dalam buku ini Hakim Tirmidhi menjelaskan bahwa hati atau qalb itu adalah nama yang komprehensif yang kesemuanya bersifat batiniyah alias tidak zahir alias tidak empiris.

Sadr ada di dalam qalb seperti kedudukan putihnya mata di dalam mata. Sadr adalah pintu masuk segala sesuatu ke dalam diri manusia. Perasaan waswas, lalai, kebencian, kejahatan, kelapangan dan kesempitan masuk melalui sadr. Nafsu amarah, cita-cita, keinginan, nafsu birahi, itu pun masuk kedalam sadr dan bukan kedalam qalb. Akan tetapi sadr itu juga tempat masuknya ilmu yang datang melalui pendengaran atau khabar. Maka dari itu pengajaran, hafalan, dan pendengaran itu berhubungan dengan sadr. Dinamakan sadr karena merujuk kepada kata sadara (muncul), atau sadr (pusat). Jadi kesadaran adalah inti atau pusat dari hati (qalb).

Jika sadr ada di dalam qalb maka qalb itu ada dalam genggaman nafs atau jiwa. Namun, qalb itu adalah raja dan jiwa itu adalah kerajaannya. “Jika rajanya baik” seperti sabda Nabi, “maka baiklah bala tentaranya dan jika rusak maka rusaklah bala tentaranya”. Demikian pula baik-buruknya jasad itu tergantung pada hati (qalb). Hati (qalb) itu bagaikan lampu dan baiknya suatu lampu itu terlihat dari cahanya. Dan baiknya hati terlihat dari cahaya ketaqwaan dan keyakinan.

Sebagai raja qalb adalah tempat bersemayamnya cahaya Iman, cahaya kekhusyu’an, ketaqwaan, kecintaan, keridhaan, keyakinan, ketakutan, harapan, kesabaran, kepuasan. Karena iman dalam Islam berasaskan pada ilmu, maka qalb juga merupakan sumber ilmu. Karena sadr itu tempat masuknya ilmu, sedangkan qalb itu tempat keimanan, maka di dalam qalb itu pun terdapat ilmu.

Jika qalb (hati) itu adalah mata maka fuad itu adalah hitamnya pupil mata. Fuad ini adalah tempat bersemayamnya ma’rifah, ide, pemikiran, konsep, pandangan. Ketika seseorang berfikir maka fuadnya lebih dulu yang bekerja baru kemudian hatinya. Fuad itu ada ditengah-tengah hati, sedangkan hati ditengah-tengah sadar.

Jika qalb adalah mata, sadr adalah putih mata, fuad adalah hitamnya pupil mata, maka lubb adalah cahaya mata. Jika qalb adalah tempat bersamayamnya cahaya keimanan dan sadr tempa cahaya keislaman, dan fuad adalah tempat cahaya ma’rifah maka lubb berkaitan dengan cahaya ketauhidan.
Gambaran diatas mungkin nampak terlalu spiritual atau dalam bahasa Kant transcendent. Tapi memang proses berfikir demikian adanya. Hanya saja yang ditekankan disini bukan bagaimana ilmu didapat akan tetapi bagaimana ia berproses menuju dari ilmu menjadi iman. Apabila pendidikan Islam memperhatikan potensi batiniyah manusia seperti digambarkan Hakim Tirmidhi diatas maka yang akan lahir adalah manusia-manusia tinggi ilmu dan imannya sekaligus banyak amalnya. Yaitu manusia-manusia yang hati (qalb), kesadaran (sadr), nurani (fuad) dan fikirannya (lubb) berjalan seimbang. Wallau a’lam

Written by Hamid Fahmy Zarkasyi

Solo Raya - Suatu organisasi tanpa gerak dan kegiatan adalah sebuah wadah tidak bermakna, jangankan mengambil manfaat darinya bahkan untuk mempertahankan eksistensinya pun akan terasa sia-sia. Ungkapan ini bukan berasal dari organisator ulung atau nara sumber yang kadar intelektualitasnya tinggi, akan tetapi berasal dari hati nurani kita yang merupakan guru jiwa pejuang.

Kehidupan yang telah terbingkai oleh atmosfer yang pragmatis-materialis ini kadang-kadang membuat kita sesak dalam bernafas, jika tidak pandai kita memahamkan ajaran agama kita akan dianggap membual, terlebih jika pemahaman kita kurang mendasar maka semuanya hanya akan dianggap sebagai sebuah nyayian.

Ikhwan akhwat sekalian, bekal yang telah kita miliki memang belum cukup untuk melangkah dan berkecimpung dalam berbagai laga akan tetapi kita harus mengamalkan yang sedikit itu secara maksimal, maka dalam kondisi kita saat ini yang terbenturkan oleh beberapa problema dalam berorganisasi hendaknya kita menyuguhkan hal yang baik kepada umat ini, memberikan tauladan yang baik kepada generasi kita.

"Urunan Ide/iuran pemikiran" adalah kata yang tepat untuk membentuk dan menjalankan sebuah organisasi. Sebab dengan adanya sumbangan ide maka organisasi seperti IKPM kita ini akan berkembang, yang tentunya harus didukung dengan komunikasi yang baik antara sesama aktivis yang berkecimpung didalamnya dengan saling mengedepankan rasa tanggungjawab dan kedewasaan, karena rasa tanggungjawab dan kedewasaan inilah yang dijadikan salah satu tolak ukur bagi kemampuan kaum terpelajar dalam berorganisasi.

Maka ikhwan-akhwat sekalian dalam hidup berorganisasi menurut agama kita bukanlah siapa yang lebih unggul dan lebih bisa sendiri, akan tetapi mari kita duduk, berdiri, bergerak dan lari sama-sama untuk menggapai prestasi dalam memperjuangkan kehidupan umat ini.

Untuk itu semua marilah kita serap kembali Energi dari Al-Qur'an berikut ini:
  1. Taatlah kepada Alloh dan Rasul-Nya, dan janganlah kamu berbantah-bantah, yang akan menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu, sesungguhnya Alloh beserta orang-orang yang sabar (QS, Al-Anfal:46).
  2. Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan Allah dalam barisan yang rapi bagaikan bangunan yang kokoh (QS, Shaf:4).
Pahami dan amalkan, insya Alloh kita akan selalu mendapatkan hidayah ketika kita membutuhkannya. Kembalilah kepada kedua ayat ini jika menemukan kebuntuan dalam bermufakat agar kita tetap bersama dan tetap selamat dalam perbedaan berpendapat.

Semoga kita termasuk bagian dari umat yang membawa manfaat dan bukan bagian dari mereka yang mendatangkan laknat, Na'udzubillahi min dzalik.(Thony)

ISLAM, TERORISME, dan H1N1  

Posted by IKPM SOLO RAYA in

Solo – Raya. Tidak aneh memang ketika bangsa ini mengalami banyak goncangan peristiwa kemudian Islam dijadikan objek sasaran dengan menunjuk-nunjuk hidung umat Islam untuk melampiaskan kekesalan, karena memang negeri ini dihuni oleh mayoritas umat Islam. Rasa-rasanya bangsa ini kurang bisa menyadari dengan baik apa yang sebenarnya terjadi dengan banyaknya peristiwa itu. Seberapa pun emosi seorang muslim jika ia memiliki pemahaman tentang agamanya secara baik dan benar tanpa dilebih-lebihkan, maka ia akan paham bahwa dalam Islam tidak ada anjuran untuk berbuat anarkis apapun alasannya.

Islam tidak mungkin akan melumpuhkan tatanan Negara Republik Indonesia yang dengan susah payah ia perjuangkan kemerdekaannya dari cengkraman kaum penjajah. Apakah kita telah melupakan hal itu? Sehingga dengan mudahnya menyebut Islam sebagai yang paling bersalah dalam peristiwa-peristiwa anarkis yang telah terjadi, padahal apa yang terjadi sama sekali tidak ada hubungannya dengan apa yang Islam ajarkan.

Ikhwan/akhwat, lihatlah. Saat ini ada semacam nuansa kegalauan dihembuskan oleh pihak yang tidak jelas dan tidak bertanggung jawab. Dengan satu tujuan untuk kembali melemahkan sinergi umat ini - sebagai umat yang berkarakter dan punya identitas - dalam berbagai bidangnya terutama di negeri ini yang mulai menampakkan kemajuannya yang luar biasa dalam bidang pendidikan, ekonomi, dan social-masyarakat, yang menjadi proyek percontohan kawasan Asia Tenggara dan Dunia Internasional dalam hal-hal yang kami sebutkan tadi.

Paling tidak ada tiga hal yang patut kita cermati dari sekian banyak instrument kegalauan yang sengaja digulirkan dalam komunitas umat ini:

Pertama; Orientasi perjuangan umat pada bidang politik tidak terarah dan tidak fokus. Entah disengaja atau tidak dalam hal politik umat ini telah terkotak-kotak, terpecah, dan tersekat, dalam partainya masing-masing yang berakibat tidak bisa bersatunya kekuatan umat, bahkan hanya untuk sekedar memenangkan PEMILU 2009 sekalipun. Ini adalah berita yang amat sangat menyedihkan, karena kita adalah umat mayoritas. Tapi kita harus hadir sebagai solusi disini, kita harus berbuat untuk keluar dari fenomena ini dan bersatu kembali demi kemajuan di masa yang akan datang, bukan membahas yang telah berlalu kecuali hanya untuk mengevaluasi.

Kedua; Islam menjadi objek utama berkaitan dengan tindakan terorisme diberbagai negara. Sejak beberapa tahun silam isu tentang terorisme yang mengobok-obok umat ini telah dilancarkan untuk memecah konsentrasi umat dalam menjalankan syari’atnya tanpa hasil yang signifikan, saat ini umat ini dalam ranah dan wilayah yang sama diserang lagi dengan isu tersebut, padahal pelakunya sama sekali tidak mencerminkan bahwa mereka adalah tokoh-tokoh pemegang aspirasi umat. Disini terdapat ketidakadilan Media dalam memberitakan aksi teror tersebut, seolah-olah Bom yang meledak itu adalah kehendak umat Islam, kehendak Instansi atau Lembaga Pendidikan yang berbasis Islam, seperti Ponpes Ngruki dan beberapa Lembaga Pendidikan Islam lainnya, padahal Islam sendiri berkali-kali menyatakan sikapnya yang tegas dan jelas tentang peristiwa yang menimpa bangsa ini, dan sebenarnya tidak perlu lagi Islam didekte untuk memahami makna Jihad dan bedanya dengan Teror oleh siapapun dan dimanapun. Seharusnya Media lebih cerdas dalam membaca semua ini, sehingga Media tidak mendapatkan image buruk yang hanya mancing di air keruh dengan wacana-wacana basinya, ditengah-tengah keprihatinan umat.

Ketiga; Dramatisir Virus H1N1, sebagai alat untuk memecah belah persatuan umat. Islam ini adalah sebuah agama yang amat sangat ’arif, selalu menganjurkan umatnya untuk selalu hidup dalam kebersamaan bukan saja dalam hal beribadah, akan tetapi dalam menghadapi segala tantangan zaman. Komunitas hidup berjama’ah ini tersimbolkan oleh Lembaga-Lembaga Pendidikan Islam yang berangkat dari kultur yang berupa Pesantren. Itu berarti Ponpes adalah jantung dan nadi umat Islam. Sementara kalangan yang memusuhi Islam tentunya telah menganalisa ini semua kemudian merancang banyak misi, jika gagal dengan satu misi maka misi lain bolehlah dicoba. Adanya isu tentang wabah H1N1 ini bagaikan tambahan energi yang bisa dimodifikasi untuk membuat pusing dan memecah persatuan umat. Jika diekspose besar-besaran berita tentang banyaknya Ponpes yang diperkirakan terjangkit H1N1, maka tentunya umat yang telah hidup dalam atmosfir pragmatisme ini tidak mau lagi menganjurkan putra-putrinya untuk menuntut ilmu agama di Pesantren, dengan begitu lemahlah Islam di negeri ini pada beberapa masa yang akan datang, dan masuklah skenario musuh Islam ke negeri ini tanpa ada yang menghalangi lagi, Na’udzubillah min dzalik.

PR kita saat ini adalah memahamkan kepada umat Islam bahwa apa yang terjadi merupakan ujian Allah Swt atas keimanan kita. Sudahkah kita menjadi umat yang benar-benar beriman, atau beriman ketika kita berada di Masjid saja?. Jangan sampai kita lemah dengan banyaknya ujian yang kita hadapi, semakin kuat kita bertahan maka semakin banyak hikmah yang kita dapatkan, semakin banyak hikmah yang ada pada diri kita maka semakin meningkat pula derajat kita dihadapan makhluk dan dihadapan Allah Swt.

Dengan satu catatan bahwa Islam tidak akan pernah binasa dengan musim susah yang berkepanjangan dan tidak pula karena bencana, akan tetapi Islam akan binasa apabila umat ini mulai retak dan pecah. Sebagaimana Rasulullah dalam sebuah riwayat yang dibawakan Amir bin Said, Bersabda: ”Aku telah memohon kepada Allah Swt tiga perkara, dalam tiga perkara itu ada dua permohonan yang dikabulkan dan yang satu ditolak; 1.Aku telah memohon kepada Allah Swt supaya tidak membinasakan umatku dengan musim susah yang berkepanjangan. Permohonanku ini diperkenankan oleh Allah Swt. 2.Aku telah memohon kepada Allah Swt supaya tidak membinasakan umatku dengan bencana tenggelam (seperti banjir besar yang telah melanda umat Nabi Nuh A.S). Permohonanku ini diperkenankan oleh Allah Swt. 3.Aku telah memohon kepada Allah Swt supaya tidak membinasakan umatku dengan pergaduhan (percekcokan/perpecahan/peperangan antara sesama Islam). Tetapi permohonanku ini tidak diperkenankan (telah ditolak) oleh Allah Swt.”

Demikianlah Ikhwan/akhwat, semoga banyaknya peristiwa yang mengasah keimanan kita ini bisa menghantarkan kita menuju derajat Taqwa.(Thony)

Derap Langkah Kegiatan Kita  

Posted by IKPM SOLO RAYA


Solo Raya - "Tiada hari tanpa kesibukkan, tiada organisasi tanpa kegiatan." Dengan motivasi ini kita akan selalu terpacu untuk meraih yang terbaik, pelan tapi pasti (Alon-alon wathon kelakon/red.jowo) menjalankan kegiatan yang tak henti-henti. Mudah-mudahan semua itu menjadi semboyan IKPM Gontor cabang Solo Raya (IKPMG SR) dalam berjuang li I'laai kalimaatillah (Meninggikan ajaran Allah Swt).

Tahukah ikhwan/akhwat sekalian, bahwa setelah sukses dalam menyelenggarakan beberapa kegiatan sebelumnya, tidak lama lagi IKPM kita ini akan melaksanakan beberapa kegiatan. Ada yang secara langsung dilaksanakan dan diprakarsai oleh Pengurus IKPMG SR, dan ada juga yang bersifat partisipatif.
Kegiatan yang secara langsung akan dilaksanakan oleh IKPMG SR bekerjasama dengan Universitas Syahid Surakarta adalah: Seminar Nasional "Refitalisasi Karakter Bangsa Melalui Pendidikan Berkualitas dan Terjangkau oleh Rakyat", yang rencananya akan di selenggarakan di Universitas Syahid Surakarta, pada hari: Senin, Tanggal: 20 Juli 2009 mendatang. Insya Allah seminar ini akan diisi oleh para nara sumber yang benar-benar berkompeten dalam dunia pendidikan naisonal, antara lain: Dr.KH. Abdullah Syukri Zarkasyi, M.A. (Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor), Prof. Dr Furqon Hidayatullah, M.Pd. (Ketua Tim Sertifikasi Guru se-Surakarta), serta Dr H Sulistiyo MPd (Ketua Umum PGRI, Jakarta). Bagi yang berminat agar secepatnya menghubungi: Sdr. Imam Muqoyyadi dengan No Hp: 081393330301.




Adapun kegiatan yang bersifat partisipatif adalah Penyelenggaraan Perkemahan Akbar Tingkat Sekolah Dasar se-Pulokarto, yang pesertanya insya Allah terdiri dari sekitar 25-100 kontingen. yang akan dilaksanakan di wilayah Pulokarto-Sukoharjo. Kegiatan ini berupa kegiatan pendampingan perkemahan yang diselenggarakan oleh Sekolah Dasar Islam Terpadu Mardhatillah (SDIT Mardhatillah) yang melibatkan beberapa rekan dari pengurus IKPMG SR. rencananya dalam kegiatan perkemahan ini akan melibatkan Bapak Bupati Sukoharjo sebagai partisipan dan beberapa pihak dari tokoh masyarakat sebagai panitia. Dengan perpaduan antara Lembaga Pendidikan, Pengurus IKPM SR, Instansi Pemerintah, serta Masyarakat, diharapkan semua berjalan baik dan mencapai hasil yang maksimal.
Demikianlah Ikhwan/Akhwat sekalian semoga info ini bermanfaat, selamat berjuang. Semoga kita selalu diberi petunjuk dalam melangkah, amin. (Thony/operator)

Virus Dualisme  

Posted by IKPM SOLO RAYA in

Oleh: Hamid Fahmy Zarkasyi

Dalam sebuah acara talk-show di sebuah stasiun TV Inggeris tahun 90 an ditampilkan isu pelacuran. Panelisnya pendidik, pastur, tokoh masyarakat dan beberapa pelacur. Hampir semua menyoroti profesi pelacur dengan nada sinis. Pelacur adalah sampah masyarakat. Pelacur mesti dijauhkan dari anak-anak. Merusak adat kesopanan sosial, dan seterusnya.

Tapi yang menarik giliran pelacur angkat bicara. "Saya memang pelacur. Dan saya melakukan ini karena saya janda. Saya menjalani profesi ini untuk menghidupi tiga orang anak saya. Kalian boleh saja mencemooh. Tapi siapa yang perduli jika anak-anak saya kelaparan, siapa! Siapa!" ia berteriak lantang. "Supaya kalian semua tahu, lanjutnya, saya memang pelacur tapi hati saya tetap suci". Hadirin pun bersorak.


Nampaknya orang bersorak bukan karena ia pelacur, tapi karena ia dualis. Menjadi pelacur dan merasa suci. Dua sifat yang kontradiktif. Yang saya heran justru mengapa mereka bersorak. Sebab doktrin dualisme sudah lama berakar di dalam pemikiran Barat. Asal usul terdekatnya adalah filsafat akal (philosophy of mind) yang digemari Descartes, Kant, Leibniz, Christian Wolf dan lain-lain. Menurut Christian Wolff misalnya "The dualists (dualistae) are those who admit the existence of both material and immaterial substances," tapi wujud materi dan jiwa tepisah. Pengertian ini disepakati Pierre Bayle dan Leibniz.

Bahkan konon Barat mewarisinya dari kepercayaan Zoroaster (1000 SM) di Timur. Dunia dianggap sebagai pergulatan abadi antara kebaikan dan kejahatan. Thomas Hyde menemukan doktrin ini dalam sejarah agama Persia kuno (Historia religionis veterum Persiarum, 1700). Doktrin Zoroaster diwarisi oleh Manicheisme dan diramu dengan dualisme Yunani. Tuhan akhirnya dianggap sebagai person dan juga materi.

Bagi orang Mesir kuno Re adalah tuhan matahari simbol kehidupan dan kebenaran. Lawannya adalah Apophis lambang kegelapan dan kejahatan. Deva dalam agama Hindu adalah tuhan baik, musuhnya adalah asura tuhan jahat. Di Babylonia peperangan antara Marduk dan Tiamat adalah mitos yang mewarnai worldview mereka. Mitologi Yunani selalu menampilkan peperangan Zeus dengan Titans. Di Jerman perang antara Ases dan Vanes, meski berakhir damai.

Dalam filsafat, Pythagoras adalah dualis. Segala sesuatu diciptakan saling berlawanan: satu dan banyak, terbatas tak terbatas, berhenti-gerak, baik-buruk dsb. Empedocles setuju dengan Pythagoras, baginya dunia ini dikuasai oleh dua hal cinta dan kebencian. Plato dalam dialog-dialognya memisahkan jiwa dari raga, inteligible dari sensible.

Tapi apakah dualisme itu benar-benar realitas? Atau sekedar persepsi yang menyimpang? Sebab nilai-nilai monistis (kesatuan) dalam realitas juga ada dan riel. Heraclitus dan Parmenides mengkritik dualisme Pythagoras. Banyak itu itupun berasal dari yang satu yang abadi. Yang dianggap saling berlawanan itu sebenarnya membentuk kesatuan dan tidak bisa dipisahkan. Aristotle ikut-ikutan. Dualisme Plato juga tidak benar. Jika jiwa diartikan bentuk (form) dari raga alami yang berpotensi hidup maka jiwa adalah pasangan raga. Jadi jiwa dan raga adalah suatu kesatuan. Tapi Aristotle ternyata masih dualis juga. Ia memisahkan akal dari jiwa.

Dalam kepercayaan kuno pun unsur monisme juga wujud. Marduk ternyata turunan dari Tiamat. Zeus dan Titan berasal dari moyang yang sama. Leviathan ternyata diciptakan Tuhan. Pemberontak Mahabharata adalah dari keluarga yang sama. Dalam agama Zoaraster, kebaikan selalu dinisbatkan kepada Ahura Mazda atau Ohrmazd sedangkan kejahatan disifatkan kepada Ahra Mainyu atau Ahriman. Tapi dalam kitab Gathas, kebaikan dan kejahatan adalah saudara kembar dan memilih salah satu karena kehendak.

Para pemikir Kristen mulanya memilih ikut Plato, tapi mulai abad ke 13 mereka pindah ikut Aristotle dengan beberapa modifikasi. Di zaman Renaissance dualisme Plato kembali menjadi pilihan. Tapi pada abad ke 17 Descartes memodifikasinya. Baginya yang riel itu adalah akal sebagai substansi yang berfikir (substance that think) dan materi sebagai substansi yang menempati ruang (extended substance). Teori ini dikenal dengan Cartesian dualism. Tujuannya agar fakta-fakta didunia materi (fisika) dapat dijelaskan secara matematis geometris dan mekanis. Kant dalam The Critique of Pure Reason mengkritik Descartes, tapi dia punya doktrin dualismenya sendiri. Pendek kata Neo-Platonisme, Cartesianisme dan Kantianisme adalah filsafat yang mencoba merenovasi doktrin dualisme. Tapi terjebak pada dualisme yang lain.

Perang antara monisme dan dualisme, sejatinya adalah pencarian konsep ke-esaan-an (tawhid). Peperangan itu digambarkan dengan jelas oleh Lovejoy dalam bukunya The Revolt Against Dualism. Fichte dan Hegel, misalnya juga mencoba menyodorkan doktrin monisme, tapi bagaimana bentuk kesatuan kehendak jiwa dan raga, tidak jelas. Nampaknya, karena arogansi akal yang tanpa wahyu (unaided reason) maka monisme tersingkir dan dualisme berkibar. Jiwa dan raga dianggap dua intitas.

Seorang dualis melihat fakta secara mendua. Akal dan materi adalah dua substansi yang secara ontologis terpisah. Jiwa-raga (mind-body) tidak saling terkait satu sama lain, karena beda komposisi. Akal bisa jahat dan materi bersifat suci. Atau sebaliknya, jiwa selalu dianggap baik dan raga pasti jahat. Padahal dari jiwalah kehendak berbuat jahat itu timbul. Dalam Islam kerja raga adalah suruhan jiwa (innama al-a'mal bi al-niyyat). Karena itu ketulusan dan kebersihan jiwa membawa kesehatan raga.

Dualis dikalangan antropolog pasti memandang manusia dari dua sisi: akal dan nafsu, jiwa dan raga, kebebasan dan taqdir (qadariyyah & jabariyyah). Dalam filsafat ilmu, dualisme pasti merujuk kepada dichotomi subyek-obyek, realitas subyektif dan obyektif. Kebenaran pun menjadi dua kebenaran obyektif dan subyektif. Bahkan di zaman postmo kebenaran ada dua absolut dan relatif. Dalam Islam konsep tawhid inherent dalam semua konsep, tentunya asalkan sang subyek berfikir tawhidi.

Nampaknya doktrin dualisme telah memenuhi pikiran manusia modern, termasuk pelacur itu. Pernyataan pelacur itu tidak beda dari dialog dua sejoli dalam film Indecent Proposal, "I slept with him but my heart is with you". Seorang dualis bisa saja berpesan "lakukan apa saja asal dengan niat baik". Anak muda Muslim yang terjangkiti pikiran liberal akan berkata `jalankan syariah sesuka hatimu yang penting mencapai maqasid syariah". Kekacauan berfikir inilah kemudian yang melahirkan istilah "penjahat yang santun", "koruptor yang dermawan", "atheis yang baik", "Pelacur yang moralis", dan seterusnya. Mungkin akibat ajaran dualisme pula Pak Kyai menjadi salah tingkah dan berkata "Hati saya di Mekkah, tapi otak saya di Chicago". Dualisme akhirnya bisa menjadi perselingkuhan intelektual. Hatinya berzikir pada Tuhan tapi fikirannya menghujatNya.
___________________________________________________________________

Solo Raya
- Ikhwan/akhwat, ada baiknya kita merenung sejenak di antara hiruk-pikuk dan kepenatan hidup ini, untuk sekedar kembali membetulkan posisi sholat kita, ibadah kita, langkah-langkah dalam aktifitas keseharian kita agar tetap berada dalam Aqidah yang Salimah. jadikanlah diri kita ini generasi yang cerdas membaca kebenaran di antara sekian banyak hal yang salah, baik dari sisi paradigma pemikiran maupun pada aplikasi atau penerapannya dalam kehidupan kita sehari-hari.

Tulisan diatas adalah ulasan salah seorang dosen kami tentang dualisme pemikiran yang menggejala pada sosial masyarakat kita yang tampaknya perlu kita pikirkan, kita carikan solusinya, serta kita Islah bersama.

Tahap yang paling sederhana untuk memperbaiki kondisi setelah di acak- acak oleh Dualisme pemikiran adalah dengan menelaah ulang kitab-kitab Aqidah Salimah dan mengamalkannya secara benar, serta berusaha menambah endapan-endapan keyakinan kita dengan menelaah kembali kebesaran Allah Swt disekitar kita. Karena banyak kenyataan telah terpampang dihadapan kita, bahwa generasi umat ini telah dikaburkan oleh banyak wacana dan penjelasan secara langsung maupun tidak langsung tentang ajaran Islam dari pihak-pihak yang dianggap sebagai 'publik figur' padahal bukan kapasitas mereka untuk menjelaskan hal-hal yang i'tiqadi (bersifat keyakinan).

Dalam keadaan semacam ini, maka peluang kita untuk berda'wah amat sangat luas. Bukalah kembali pemahaman mereka tentang kebenaran Islam, dan jangan biarkan mereka teracuni oleh kesalahan-kesalahan berpikir. Agar Allah SWT akan selalu melindungi kita. Allahu Akbar. (operator/Thony)